Gempa 7,4 Guncang Kolombia, Korban Tewas Tembus 254 Orang
BOGOTA – Sedikitnya 254 orang tewas setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026), sementara tim penyelamat terus menyisir bangunan yang runtuh untuk mencari korban yang masih terjebak. Kota Pereira dan Cali menjadi dua wilayah dengan jumlah korban terbesar.
Servicio Geológico Colombiano (SGC) mencatat gempa terjadi sekitar pukul 07.34 waktu setempat dengan pusat gempa di San José del Palmar, Departemen Chocó. Gempa berada pada kedalaman 103 kilometer dan menjadi gempa dengan magnitudo terbesar yang tercatat di Kolombia sepanjang abad ke-21. SGC juga mencatat puluhan gempa susulan setelah guncangan utama.
Direktur Jenderal SGC Julio Fierro mengatakan gempa tersebut merupakan salah satu guncangan terkuat yang dirasakan masyarakat Kolombia dalam beberapa tahun terakhir.
“Este es el sismo que se ha sentido más fuerte en la última década en Colombia,” kata Fierro, seperti dikutip dari SGC.
.png)
Reuters melaporkan laporan terpisah dari sejumlah kota terdampak mencatat 254 korban meninggal, dengan 101 orang tewas di Pereira dan 95 lainnya di Cali. Ribuan warga kehilangan tempat tinggal setelah gedung apartemen, rumah, sekolah, dan fasilitas kesehatan mengalami kerusakan berat atau runtuh.
Operasi pencarian berlangsung sepanjang malam hingga Selasa. Petugas menggunakan alat berat, ekskavator, derek, serta bekerja secara manual untuk menyingkirkan puing. Di Cali, warga dan petugas sempat bersorak ketika seorang perempuan berhasil ditemukan hidup dari reruntuhan sebuah kompleks apartemen.
Namun, proses evakuasi menghadapi kendala serius. Sejumlah wilayah di Chocó yang berada dekat pusat gempa masih mengalami gangguan listrik dan layanan dasar. Beberapa jalan utama juga tertutup, sementara sejumlah bandara di wilayah terdampak masih tidak beroperasi. Reuters melaporkan lebih dari 100 gempa susulan telah tercatat hingga Selasa.
The Guardian melaporkan kerusakan juga terjadi di Manizales dan sejumlah wilayah di Valle del Cauca. Pemerintah Kolombia kemudian menetapkan status darurat nasional untuk mempercepat penanganan bencana dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
Besarnya dampak gempa membuat jumlah korban masih berpotensi berubah. Reuters mencatat pemerintah pusat belum mengeluarkan angka nasional terbaru yang konsisten, sementara gangguan komunikasi dan sulitnya akses ke sejumlah daerah membuat proses pendataan membutuhkan waktu.
SGC mengingatkan masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi dan mewaspadai gempa susulan. Lembaga tersebut menjelaskan bahwa wilayah Pasifik Kolombia berada di zona subduksi, tempat Lempeng Nazca bergerak di bawah Lempeng Amerika Selatan sehingga aktivitas seismik cukup tinggi.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Servicio Geológico Colombiano (SGC), CNA, Al Jazeera, Reuters, The Guardian