Roma Buka Mosaik Raksasa Setelah 2.000 Tahun
ROMA – Sebuah mosaik monumental dari era Kekaisaran Romawi akhirnya dibuka untuk publik di Roma, Italia, setelah hampir 2.000 tahun tersembunyi di bawah tanah. Karya yang dikenal sebagai Great Mosaic itu menjadi bagian dari kompleks seni Romawi kuno terbesar yang baru saja dipugar di kawasan Pemandian Trajan, dekat Colosseum.
Mosaik tersebut dibuat pada abad pertama Masehi dan memiliki tinggi sekitar 15 meter. Bersama fresco yang dikenal sebagai Painted City, karya itu ditemukan pada 1990-an ketika arkeolog menggali kompleks Baths of Trajan di Oppian Hill.
Kini, setelah proses restorasi dan penataan kawasan selesai, masyarakat untuk pertama kalinya dapat melihat karya tersebut dari dekat. Pemerintah Kota Roma menyebut proyek itu sebagai bagian dari upaya memulihkan dan membuka kembali ruang arkeologi penting bagi publik melalui program PNRR–Caput Mundi.
Great Mosaic memperlihatkan detail arsitektur, figur manusia, serta adegan yang menggambarkan kehidupan sebuah kota. Sementara Painted City menampilkan sebuah kota yang dikelilingi tembok dan menara dari perspektif seperti dilihat dari udara.
.png)
Para peneliti masih memperdebatkan secara pasti kota yang digambarkan dalam karya tersebut. Namun, sejumlah detail mengarah pada gambaran sebuah kota pelabuhan atau kota maritim, menjadikan mosaik tersebut bukan hanya karya seni, tetapi juga sumber informasi mengenai cara masyarakat Romawi membayangkan kehidupan perkotaan pada masanya.
Penemuan itu juga memperlihatkan bagaimana perubahan besar Kota Roma pada masa kekaisaran turut mengubur peninggalan dari periode sebelumnya.
Baths of Trajan sendiri didedikasikan pada 109 Masehi dan pada masanya menjadi kompleks pemandian terbesar di dunia. Bangunan tersebut dirancang oleh arsitek Apollodorus dari Damaskus dan berdiri di atas kawasan yang sebelumnya berkaitan dengan kompleks Domus Aurea milik Kaisar Nero.
Restorasi terbaru tidak hanya menyelamatkan mosaik dan fresco. Pemerintah Roma juga memulihkan galeri bawah tanah serta ruang monumental di kawasan tersebut.
Akses publik saat ini dilakukan secara terbatas melalui kunjungan percobaan untuk membantu memantau kondisi konservasi karya. Jumlah pengunjung dibatasi karena kelembapan dan kondisi lingkungan bawah tanah dapat memengaruhi kelestarian mosaik.
Setelah hampir dua milenium terkubur, salah satu karya seni monumental Roma akhirnya kembali menjadi bagian dari kehidupan kota modern.
Editor :Tim Sigapnews
Source : AP, Smithsonian Magazine, Comune di Roma, Euronews, Turismo Italia News.