Dunia Soroti Masa Depan FIFA Usai Final Piala Dunia
STRASBOURG – Sorotan terhadap FIFA tidak berhenti setelah Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Sejumlah organisasi internasional dan pemerhati olahraga kini mendesak badan sepak bola dunia itu memperkuat tata kelola, transparansi, dan integritas menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2030.
Menurut laporan Reuters, berakhirnya turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko memicu evaluasi luas mengenai arah pengelolaan sepak bola dunia. Selain membahas aspek teknis pertandingan, perhatian juga tertuju pada keputusan-keputusan FIFA selama turnamen, termasuk perubahan aturan pertandingan, isu independensi lembaga, serta meningkatnya pengaruh komersial dalam penyelenggaraan kompetisi.
Desakan reformasi menguat setelah Sekretaris Jenderal Dewan Eropa (Council of Europe), Alain Berset, menerbitkan surat terbuka kepada FIFA beberapa jam sebelum partai final berlangsung. Dalam pernyataannya, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar sepak bola dunia berikutnya bukan lagi soal pertandingan di lapangan, melainkan menjaga integritas olahraga dari pengaruh uang dan kekuasaan.
"The next crisis has already begun. It has two names: money and power," tulis Berset dalam surat terbuka tersebut.
Berset juga mengusulkan dimulainya dialog baru antara FIFA dan negara-negara anggota Dewan Eropa guna menyusun kerangka integritas Piala Dunia 2030. Menurutnya, isu seperti transparansi pengambilan keputusan, praktik taruhan olahraga, perlindungan pemain, hingga independensi lembaga perlu diperkuat sebelum turnamen berikutnya digelar.
.png)
Di sisi lain, FIFA menegaskan bahwa berbagai keputusan disipliner selama turnamen tetap diambil oleh badan yudisial yang independen. Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya menyatakan bahwa independensi lembaga disiplin merupakan fondasi utama kredibilitas sepak bola internasional.
Reuters juga mencatat bahwa Piala Dunia 2026 menghadirkan sejumlah perubahan, mulai dari jeda hidrasi akibat cuaca ekstrem, format kompetisi 48 tim, hingga pendekatan hiburan yang lebih kuat. Sebagian inovasi tersebut mendapat apresiasi, namun sebagian lainnya memunculkan perdebatan mengenai keseimbangan antara nilai olahraga dan kepentingan komersial.
Para analis menilai keberhasilan penyelenggaraan turnamen secara operasional tetap menjadi pencapaian penting bagi FIFA. Namun, meningkatnya sorotan terhadap tata kelola organisasi menunjukkan bahwa tantangan menuju Piala Dunia 2030 tidak hanya berkaitan dengan kualitas pertandingan, melainkan juga bagaimana FIFA menjaga kepercayaan publik terhadap integritas sepak bola internasional.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Reuters, Council of Europe, The Guardian, Associated Press