Kemnaker Apresiasi Digitalisasi Inkop TKBM, Tingkatkan Layanan 86 Ribu Pekerja Pelabuhan
JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengapresiasi transformasi digital yang dilakukan Induk Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (Inkop TKBM) Pelabuhan melalui peluncuran aplikasi pengelolaan layanan pelabuhan. Digitalisasi ini dinilai mampu menciptakan tata kelola koperasi yang lebih modern, transparan, dan berkeadilan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan lebih dari 86 ribu pekerja pelabuhan di Indonesia.
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Inkop TKBM Pelabuhan Tahun Buku 2025 di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
"Sistem digital di Inkop TKBM membuat semua proses kerja, seperti data pekerja dan keuangan, menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah dipantau oleh anggota serta pengurus," ujar Afriansyah.
Melalui aplikasi tersebut, pengelolaan data pribadi, kompetensi, hingga penempatan tenaga kerja menjadi lebih terintegrasi. Sistem ini juga memungkinkan anggota memantau jadwal kerja serta hak-hak mereka secara daring.
"Digitalisasi ini memastikan penyaluran tenaga kerja berjalan secara adil dan merata, sekaligus memudahkan anggota memantau jadwal kerja dan hak-hak mereka secara online," tambahnya.
Program digitalisasi ini akan menjangkau lebih dari 86 ribu pekerja yang tergabung dalam 120 koperasi primer TKBM di berbagai pelabuhan di Indonesia.
Menurut Afriansyah, transformasi digital menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan modernisasi pelabuhan yang kini mulai memanfaatkan teknologi otomatis, seperti Automated Guided Vehicles (AGV) dan Automated Stacking Cranes (ASC).
Selain mendorong efisiensi, Kemnaker juga mengingatkan pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor bongkar muat yang memiliki risiko kecelakaan kerja cukup tinggi.
.png)
"Perlindungan jaminan sosial, penyediaan alat pelindung diri yang layak, serta penerapan budaya K3 harus menjadi prioritas utama yang tidak boleh ditawar," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Inkop TKBM Pelabuhan HM Nasir mengatakan digitalisasi akan diterapkan secara bertahap di seluruh jaringan koperasi TKBM di Indonesia dalam kurun waktu satu tahun ke depan.
Selain meningkatkan pelayanan kepada anggota, transformasi digital juga akan mendukung pengembangan berbagai unit usaha koperasi, seperti simpan pinjam, pembiayaan kendaraan, minimarket, klinik kesehatan, pengembangan perumahan, perkebunan kelapa sawit, hingga peternakan.
"Kami terus mendorong transformasi koperasi melalui peningkatan kualitas SDM, digitalisasi layanan, pengawasan, serta pengembangan usaha yang produktif sesuai kebutuhan wilayah masing-masing," ujar HM Nasir.
Kemnaker berharap digitalisasi Inkop TKBM dapat menjadi model pengembangan koperasi modern di Indonesia, sekaligus memperkuat perlindungan, produktivitas, dan kesejahteraan pekerja di sektor kepelabuhanan.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Biro Humas Kemnaker