Longsor Kerala Tewaskan Enam Pekerja, Proyek Terowongan Diselidiki
WAYANAD – Operasi pencarian korban masih berlangsung di Distrik Wayanad, Negara Bagian Kerala, India, setelah tanah longsor menerjang lokasi pembangunan terowongan pada awal pekan ini. Hingga Kamis (9/7), sedikitnya enam pekerja dilaporkan meninggal dunia, sementara dua orang lainnya masih dinyatakan hilang di tengah cuaca buruk yang terus menghambat proses penyelamatan.
Menurut laporan Associated Press (AP), longsor terjadi di lokasi proyek terowongan Anakkampoyil Kalladi Meppadi setelah hujan monsun dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan pegunungan Wayanad.
Material tanah dan bebatuan menimbun area kerja, menjebak sejumlah pekerja yang tengah berada di lokasi saat bencana terjadi.
Tim penyelamat yang terdiri dari personel National Disaster Response Force (NDRF), aparat kepolisian, petugas pemadam kebakaran, dan relawan terus melakukan pencarian menggunakan alat berat, anjing pelacak, serta peralatan pendeteksi korban.
.png)
Namun, hujan yang masih turun dan kondisi lereng yang labil meningkatkan risiko longsor susulan sehingga memperlambat operasi evakuasi.
Insiden tersebut memicu perdebatan mengenai aspek keselamatan proyek. Menteri Pertanian Kerala, T. Siddique, menyebut longsor itu diduga dipicu oleh pembuangan material galian yang tidak memenuhi kaidah teknis sehingga menyebutnya sebagai "bencana akibat ulah manusia". Sebaliknya, pihak kontraktor membantah tuduhan tersebut dan menegaskan longsor berasal dari lereng di atas area proyek, bukan dari timbunan material konstruksi.
Pemerintah Kerala telah menghentikan sementara pekerjaan proyek terowongan dan memerintahkan dua investigasi terpisah untuk menelusuri penyebab longsor, termasuk kepatuhan kontraktor terhadap ketentuan lingkungan dan standar keselamatan kerja.
.png)
Wayanad merupakan salah satu wilayah paling rawan longsor di India karena berada di kawasan Pegunungan Ghats Barat yang setiap tahun diguyur hujan monsun.
Para ahli lingkungan telah lama mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur berskala besar di kawasan sensitif tersebut harus disertai kajian geologi yang ketat guna meminimalkan risiko bencana.
Peristiwa ini juga mengingatkan kembali pada bencana longsor besar yang melanda Wayanad pada 2024 dan menewaskan ratusan orang.
Pengamat menilai tragedi terbaru menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan rawan bencana harus mengutamakan mitigasi risiko, keselamatan pekerja, dan perlindungan lingkungan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Reuters, Associated Press, The Times of India