KTT NATO di Ankara Fokus Perkuat Pertahanan dan Dukung Ukraina
Para pemimpin negara anggota NATO berkumpul di Ankara
ANKARA – Para pemimpin negara anggota NATO berkumpul di Ankara, Turki, pada Selasa (7/7), untuk merumuskan langkah memperkuat pertahanan kolektif di tengah meningkatnya dinamika keamanan global.
Pertemuan tahunan aliansi tersebut membahas peningkatan anggaran militer, penguatan industri pertahanan, serta kelanjutan dukungan bagi Ukraina yang masih menghadapi invasi Rusia.
Menurut laporan Reuters, situasi keamanan internasional yang semakin kompleks menjadi latar belakang utama penyelenggaraan KTT tahun ini.
Selain perang yang masih berlangsung di Ukraina, ketegangan di Timur Tengah dan meningkatnya ancaman siber mendorong negara-negara anggota memperkuat kesiapan pertahanan sekaligus memperdalam kerja sama militer.
.png)
Dalam agenda pertemuan, NATO diperkirakan mengumumkan sejumlah kerja sama industri pertahanan dengan nilai melebihi US$50 miliar. Kesepakatan tersebut mencakup pengadaan sistem pertahanan udara, teknologi pengawasan, pesawat militer, drone, hingga peningkatan kapasitas produksi industri pertahanan di negara-negara anggota.
Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menegaskan bahwa aliansi harus bergerak lebih cepat dalam memperkuat kemampuan industrinya agar mampu menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang.
"We need a defence industry revolution," kata Rutte, seraya menekankan bahwa peningkatan kapasitas produksi menjadi bagian penting untuk menjaga kesiapan pertahanan NATO dalam jangka panjang.
Dukungan terhadap Ukraina tetap menjadi salah satu agenda utama dalam KTT tersebut. Reuters melaporkan para pemimpin NATO akan kembali menegaskan komitmen mereka untuk membantu Kyiv melalui bantuan militer, pelatihan pasukan, serta kerja sama pertahanan jangka panjang.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dijadwalkan melakukan serangkaian pertemuan dengan para pemimpin negara anggota guna membahas kebutuhan sistem pertahanan udara dan langkah-langkah memperkuat keamanan negaranya.
Sementara itu, Associated Press (AP) melaporkan bahwa para anggota aliansi juga akan mendiskusikan pembagian tanggung jawab pertahanan agar kontribusi masing-masing negara menjadi lebih seimbang.
Isu peningkatan belanja pertahanan turut menjadi salah satu pembahasan paling penting dalam pertemuan tersebut. Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendesak negara-negara sekutu agar meningkatkan anggaran militernya hingga lima persen dari produk domestik bruto (PDB). Namun, usulan itu masih memunculkan perbedaan pandangan karena sejumlah negara Eropa masih menghadapi tekanan fiskal dan perlambatan ekonomi.
Sejumlah pengamat menilai hasil KTT di Ankara akan menjadi penentu arah kebijakan NATO dalam beberapa tahun mendatang. Apabila negara-negara anggota berhasil menyepakati peningkatan investasi pertahanan, memperkuat kapasitas industri militer, dan mempertahankan dukungan terhadap Ukraina, NATO diperkirakan akan semakin memperkokoh posisinya sebagai aliansi pertahanan terbesar di dunia dalam menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Reuters, Associated Press, NATO