Bastille Day Tegaskan Solidaritas Eropa untuk Ukraina
PARIS – Prancis memanfaatkan peringatan Hari Bastille pada Senin (14/7) sebagai panggung untuk menunjukkan persatuan Eropa dalam mendukung Ukraina.
Parade militer terbesar di Champs-Élysées tahun ini dihadiri sekitar 30 pemimpin negara dan pemerintahan, serta menampilkan pasukan dan pesawat tempur dari sejumlah negara Eropa sebagai simbol solidaritas menghadapi ancaman keamanan di kawasan.
Menurut laporan Associated Press (AP), sekitar 6.800 personel militer ambil bagian dalam parade yang dipimpin langsung Presiden Prancis Emmanuel Macron. Untuk pertama kalinya, prajurit Ukraina ikut berbaris bersama kontingen negara-negara Eropa, menegaskan dukungan internasional terhadap Kyiv di tengah perang yang masih berlangsung melawan Rusia.
Parade tersebut berlangsung sehari setelah Macron menggelar pertemuan "Coalition of the Willing", forum yang mempertemukan para pemimpin Eropa dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy guna membahas penguatan bantuan militer, sistem pertahanan udara, serta jaminan keamanan jangka panjang bagi Ukraina.
Dalam pidatonya menjelang Bastille Day, Macron menegaskan bahwa keamanan Eropa tidak dapat dipisahkan dari masa depan Ukraina.
.png)
"Europe must be ready to defend freedom, even at the cost of blood," kata Macron, seperti dikutip sejumlah media internasional.
Selain parade darat, Angkatan Udara Prancis bersama sejumlah negara sekutu menampilkan atraksi udara di atas Paris. Kehadiran kontingen militer dari Inggris, Jerman, Italia, Spanyol, Belanda, Swedia, dan negara-negara Eropa lainnya menjadi simbol meningkatnya kerja sama pertahanan di tengah ketidakpastian geopolitik.
Menurut Reuters, pemerintah Prancis sebelumnya memang mengundang negara-negara anggota "Coalition of the Willing" untuk menjadikan Bastille Day 2026 sebagai momentum menunjukkan kebangkitan strategi pertahanan Eropa sekaligus mempertegas dukungan politik terhadap Ukraina.
Meski berlangsung meriah, sejumlah perayaan di beberapa wilayah Prancis dibatalkan akibat gelombang panas ekstrem dan meningkatnya risiko kebakaran hutan. Namun, parade utama di Paris tetap berjalan sesuai jadwal dengan pengamanan ketat.
Pengamat menilai Bastille Day tahun ini tidak hanya menjadi perayaan Revolusi Prancis, tetapi juga mencerminkan perubahan orientasi keamanan Eropa. Di tengah perang Rusia-Ukraina yang belum berakhir, Paris memanfaatkan momentum tersebut untuk menegaskan bahwa solidaritas militer dan politik antarnegara Eropa akan terus menjadi fondasi utama menjaga stabilitas kawasan.
Editor :Tim Sigapnews
Source : The Guardian, Euronews, Reuters, Associated Press (AP)