BRIN dan Arara Abadi Perkuat Ekonomi Warga Lewat DMPA Cegah Karhutla
Kolaborasi BRIN dengan PT Arara Abadi, unit usaha APP Group di bidang kehutanan, terus diperkuat melalui pengembangan budidaya ikan baung sebagai bagian dari Program DMPA.
SIAK – Kolaborasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan PT Arara Abadi, unit usaha APP Group di bidang kehutanan, terus diperkuat melalui pengembangan budidaya ikan baung sebagai bagian dari Program Desa Makmur Peduli Alam (DMPA).
Program yang berlangsung di Distrik Rasau Kuning, Perawang, Kabupaten Siak, Kamis (16/7/2026), tidak hanya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi strategi nyata mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Program tersebut memasuki tahap lanjutan setelah kerja sama kedua lembaga yang telah berjalan selama dua tahun. Sebanyak 2.000 ekor benih ikan baung unggul hasil riset BRIN dibudidayakan di empat keramba milik masyarakat di Kampung Pinang Sebatang Timur dan Desa Kesumbo Ampai sebagai bagian dari uji coba multilokasi.
Corporate Engagement (SCE) Head PT Arara Abadi, Deny Widjaya, mengatakan program ini merupakan kelanjutan pembinaan yang dimulai sejak 2024 melalui pelatihan pembenihan hingga pembesaran ikan baung bersama masyarakat Suku Sakai di Bathin Solapan.
"Program Multilokasi Budidaya Ikan Baung kolaborasi BRIN ini merupakan tahap lanjutan dari program sebelumnya. Kami berharap lahir daerah-daerah baru sebagai penyedia bibit ikan baung berkualitas sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkaya pengetahuan para pembudidaya," ujar Deny.
Ia menegaskan, perusahaan berkomitmen menghadirkan alternatif mata pencaharian yang ramah lingkungan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada pembukaan lahan dengan cara membakar.
"Kami tidak akan berhenti mendampingi warga hingga terbukti bahwa rezeki bisa didapat selain dari berkebun, dan mengelola lahan tidak harus dengan api. Makmur warganya, lestari hutannya, itulah keberhasilan sesungguhnya yang kami cita-citakan," tegasnya.
Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh Alex Supirman, penerima bantuan DMPA. Lahan gambut miliknya yang sebelumnya merupakan bekas area kebakaran kini berubah menjadi kolam budidaya ikan.
"Sebelumnya ini bekas kebakaran. Dulu semak belukar semua. Saya sempat menanam jagung, tetapi gagal karena lahannya gambut dan sering banjir. Akhirnya saya putuskan menggali kolam," kata Alex.
Sejak 2019, Alex mengembangkan usaha perikanan hingga kini mengelola empat keramba berisi 2.000 benih ikan baung unggul. Selain memperoleh bantuan benih, keramba, dan pakan, ia juga menjadi mitra perusahaan dalam pemantauan karhutla.
"Kalau ada api kami langsung memberi informasi. Tapi tidak hanya itu, kami juga ikut turun memadamkan. Kami merasa punya tanggung jawab menjaga kawasan ini," ujarnya.
Menurut Alex, keberadaan kolam memberikan manfaat ganda karena selain menghasilkan pendapatan, airnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pemadaman ketika kebakaran terjadi di lahan gambut sekitar.
"Harapannya kalau ada api di sekitar sini, kami punya stok air untuk pemadaman. Jadi ekonomi jalan, pencegahan kebakaran juga bisa dilakukan," pungkasnya.
PT Arara Abadi bersama BRIN menargetkan panen perdana ikan baung hasil uji coba multilokasi pada Agustus hingga September 2026. Program DMPA diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi hijau yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus memperkuat upaya pencegahan karhutla di Provinsi Riau.
Editor :Tim Sigapnews