PT Arara Abadi Perkuat Siaga El Nino, Kerahkan 5 Helikopter Karhutla dan Personel
PT Arara Abadi, unit usaha APP Group, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla akibat fenomena El Nino 2026.
PERAWANG – PT Arara Abadi, unit usaha APP Group, memperkuat sistem pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan lima helikopter, menambah 34 pos akses kontrol, serta membentuk tiga Tim Reaksi Cepat (TRC) tambahan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya ancaman karhutla selama fenomena El Nino 2026 dan dipaparkan di Fire Operation Management (FOM) perusahaan di Perawang, Rabu.
Penguatan sistem siaga tersebut dilakukan menyusul potensi musim kemarau yang diperkirakan meningkatkan risiko kebakaran. Perusahaan juga memperketat pengawasan di kawasan konsesi sekaligus memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat guna mencegah munculnya titik api sejak dini.
Fire Operation Management Head PT Arara Abadi – APP Group, Richard Sudinardo, mengatakan seluruh akses masuk ke kawasan konsesi kini diawasi melalui 34 pos kontrol yang tersebar di 26 distrik operasional.
"Kita identifikasi seluruh akses jalan. Setiap orang yang masuk wajib melapor di pos. Di sana juga ada keterlibatan TNI, Polri, dan tokoh masyarakat agar niat membakar lahan bisa dicegah karena kebakaran 100 persen disebabkan ulah manusia," ujar Richard.
Selain memperketat pengawasan, perusahaan juga meningkatkan kekuatan personel pemadam. Jumlah Tim Reaksi Cepat ditambah dari delapan menjadi 11 tim dengan total 77 personel. Kekuatan itu didukung 1.173 personel regu pemadam kebakaran serta lebih dari 1.000 personel cadangan yang siap diterjunkan apabila terjadi kebakaran.
Untuk mendukung operasi di lapangan, PT Arara Abadi mengoperasikan lima helikopter yang seluruhnya dapat digunakan dalam misi water bombing. Tiga di antaranya juga difungsikan sebagai helikopter patroli udara untuk mendeteksi titik api secara dini.
Richard mengungkapkan, hingga Juni 2026 pihaknya telah menangani 35 kejadian kebakaran, namun seluruh lokasi berada di luar area konsesi perusahaan.
"Per Juni 2026 sudah ada 35 kasus yang kita tangani, semuanya di luar area konsesi. Kita kirimkan tim dan padamkan sampai tuntas," katanya.
Seluruh operasi pengendalian karhutla dipantau dari Situation Room di Perawang yang terhubung dengan 23 pusat pemantauan di berbagai distrik operasional di Riau. Sistem tersebut mengintegrasikan data Sipongi, informasi cuaca BMKG, Automatic Weather Station (AWS) milik perusahaan di 26 distrik, serta platform pemantauan cuaca untuk memonitor arah angin dan potensi hujan secara real time.
Melalui sistem digital tersebut, setiap titik panas dapat segera diverifikasi oleh tim lapangan. Jika dipastikan menjadi titik api, personel darat bersama dukungan helikopter langsung diterjunkan untuk mempercepat pemadaman dan mencegah kebakaran meluas.
Dengan penambahan personel, armada udara, serta penguatan sistem pemantauan berbasis teknologi, PT Arara Abadi menargetkan respons yang lebih cepat dan efektif dalam menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau dan fenomena El Nino 2026.
Editor :Tim Sigapnews