Arara Abadi Kerahkan 3 Heli, 1,5 Juta Liter Air Padamkan Karhutla Di luar konsesi
PT Arara Abadi Unit APP Group bersama Tim Gabungan Satgas Karhutla Riau mengerahkan tiga unit helikopter dan lebih dari 100 personel untuk memadamkan karhutla di luar konsesi perusahaan.
PELALAWAN - PT Arara Abadi Unit APP Group bersama Tim Gabungan Satgas Karhutla Riau mengerahkan tiga unit helikopter dan lebih dari 100 personel untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di luar konsesi perusahaan di Kabupaten Pelalawan, Riau, sejak 11 Maret 2026.
Operasi terpadu ini difokuskan di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, dan Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti.
Pantauan di lapangan, dua helikopter water bombing milik perusahaan jenis Kamov terus bolak-balik menjatuhkan air ke titik api. Hingga kini, sekitar 1.500.000 liter air telah digelontorkan melalui 313 kali pengeboman udara, masing-masing sekitar 4.800 liter per sorti. Satu unit helikopter Bell juga dikerahkan untuk patroli dan distribusi logistik bagi tim darat.
Tim Regu Pemadam Kebakaran (RPK) yang diturunkan terlihat berjibaku di tengah medan gambut dan cuaca ekstrem. Angin kencang di wilayah pesisir Pelalawan mempercepat pergerakan api, sementara suhu panas menyulitkan proses pemadaman.
Kepala Pelaksana BPBD dan Pemadam Kebakaran Riau, M. Edy Afrizal, mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan perusahaan bersama tim gabungan lintas instansi.
“Kami berterima kasih dan mengapresiasi Tim Gabungan Satgas dan tim dari perusahaan PT Arara Abadi APP Group dalam penanganan karhutla yang terjadi di beberapa titik di wilayah Kabupaten Pelalawan, terutama di Desa Merbau dan beberapa daerah lainnya,” ujar Edy Afrizal.
Ia menegaskan, sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan aparat harus terus diperkuat untuk mencegah meluasnya kebakaran. Edy juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami himbau kepada masyarakat ataupun para pemilik dan pengelola lahan agar tidak melakukan praktik membakar, baik untuk membersihkan lahan maupun akibat kelalaian seperti membakar sampah atau puntung rokok,” tegasnya.
Di sisi lain, Fire Operation Management Head PT Arara Abadi, Richard S. Sihombing, yang berada di lokasi menyebutkan pihaknya berkomitmen penuh mendukung penanganan karhutla, meski titik api berada di luar konsesi.
“Kami merasa memiliki tanggung jawab bersama untuk melindungi lingkungan dan keselamatan masyarakat dari dampak karhutla. Tim kami siap berkoordinasi penuh dengan semua pihak untuk mengatasi kebakaran secara maksimal,” kata Richard.
Ia menambahkan, sebelumnya tim gabungan juga telah menangani karhutla di Kabupaten Siak, Rokan Hilir, dan Indragiri Hilir, dengan kondisi api kini sebagian besar telah terkendali.
Selain pemadaman, distribusi logistik terus dilakukan menggunakan helikopter, mulai dari makanan, air minum hingga perlengkapan pendukung bagi personel di lapangan. Upaya ini dinilai krusial untuk menjaga stamina tim yang bekerja tanpa henti.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan Riau masih dikepung sejumlah titik panas (hotspot), sehingga operasi pemadaman diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Dengan kondisi cuaca yang belum bersahabat, seluruh pihak kini berpacu dengan waktu untuk mencegah meluasnya kebakaran dan menghindari bencana kabut asap yang kerap mengancam wilayah Riau.
Editor :Tim Sigapnews