Dua Wartawan Lahat Sumsel Tempuh UKW di Pekanbaru, Tembus Perjalanan Sehari Semalam
Dua wartawan asal Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, mengikuti UKW yang digelar panitia di Gedung DPRD Provinsi Riau.
PEKANBARU - Dua wartawan asal Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, mengikuti Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar panitia di Gedung DPRD Provinsi Riau, Kota Pekanbaru, Riau, selama dua hari, Jumat–Sabtu, 19–20 Desember 2025.
Suasana Gedung DPRD Provinsi Riau sejak Jumat pagi dipenuhi peserta UKW dari berbagai daerah. Di antara mereka, dua wartawan dari Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, tampil mencolok karena menempuh perjalanan satu hari satu malam demi mengikuti proses uji kompetensi jurnalistik tersebut.
UKW ini diselenggarakan panitia dengan melibatkan penguji dari UPN Veteran Yogyakarta yang telah diakui Dewan Pers. Selama dua hari, peserta diuji pemahaman Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), hingga praktik penulisan berita yang akurat dan berimbang.
Heri, salah satu wartawan Kabupaten Lahat, mengaku sengaja datang ke Pekanbaru untuk memperdalam pemahaman hukum pers dan etika jurnalistik.
“Tujuan kami mengikuti UKW ini untuk memperdalam Undang-Undang Pers 40 Tahun 1999, memahami kode etik kewartawanan, serta cara membuat berita yang benar,” ujar Heri saat diwawancarai di sela-sela ujian, Jumat (19/12/2025).
Ia menegaskan, UKW bukan sekadar formalitas, melainkan ruang evaluasi profesionalisme wartawan. Menurutnya, materi yang disampaikan para penguji sangat relevan dengan tantangan pemberitaan saat ini.
“Kami diajarkan bagaimana menulis berita berimbang dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah sesuai KEJ,” katanya.
Kepada sesama peserta UKW, Heri berpesan agar tetap menjaga semangat belajar.
“Teruslah memperdalam cara menulis pemberitaan yang berimbang, profesional, dan patuh pada kode etik,” ujarnya.
Antusiasme Heri semakin terlihat saat mengikuti sesi bimbingan dari salah satu penguji senior, Drs. Arif Wibawa, M.Si. Ia menyebut pembelajaran berlangsung hangat dan aplikatif.
“Beliau membimbing kami dengan sabar dan penuh kekeluargaan agar menjadi wartawan profesional yang berlandaskan kode etik jurnalistik,” ungkapnya.
Meski menempuh perjalanan panjang, Heri mengaku tidak surut semangat.
“Alhamdulillah, walau perjalanan satu hari satu malam, kami sangat bergairah mengikuti UKW di Pekanbaru. Dengan semangat juang tinggi, kami ingin menjadi wartawan berkompeten yang mampu menyajikan berita baik dan benar bagi pembaca, sesuai UU Pers dan kode etik jurnalistik,” pungkasnya.
Panitia UKW menargetkan peningkatan kualitas wartawan daerah melalui standar kompetensi nasional, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap produk jurnalistik yang profesional dan bertanggung jawab.
Editor :Tim Sigapnews