DBD Serang Bagansiapiapi, 41 Kasus dan 1 Meninggal
Photo Instimewa : Salah satu lokasi pogging di kota Bagansiapiapi
ROKAN HILIR - Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) menyerang puluhan warga di Bagansiapiapi, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir. Hingga Selasa (7/4/2026), tercatat 41 kasus dengan satu korban meninggal dunia sejak Januari 2026.
Pantauan di lapangan, petugas kesehatan dari Puskesmas Bagansiapiapi terlihat bergerak cepat melakukan pengasapan (fogging) di sejumlah titik permukiman warga. Tim menyisir kawasan yang terindikasi menjadi lokasi penyebaran nyamuk "Aedes aegypti", penyebab DBD.
Kepala Puskesmas Bagansiapiapi, dr. Romi Cahyadi, mengatakan pihaknya telah mengerahkan tim khusus untuk melakukan fogging secara menyeluruh, bahkan hingga ke rumah-rumah warga.
“Ada memang warga kita terjangkit Demam Berdarah Dengue. Sebagai upaya memberantas dan mencegah, saat ini Puskesmas Bagansiapiapi menurunkan petugas ke lapangan melakukan fogging,” ujar dr. Romi, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, langkah ini diambil untuk memutus rantai penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk tersebut. Fogging dilakukan secara door to door di wilayah yang ditemukan kasus, guna memastikan jangkauan lebih efektif.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, genangan air di sekitar rumah menjadi faktor utama berkembangnya jentik nyamuk.
“Jika ada air dalam wadah atau sampah, segera dikuras dan dibersihkan. Itu bisa menjadi tempat berkembang biaknya jentik-jentik dan nyamuk Aedes aegypti,” tegasnya.
Dr. Romi juga meminta warga tidak menunda berobat jika mengalami gejala demam tinggi, yang menjadi salah satu tanda awal DBD. Ia memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia, termasuk untuk rawat inap.
“Alhamdulillah stok obat kita sampai saat ini ada dan aman. Petugas kami juga siap melayani masyarakat yang berobat, termasuk rawat inap,” tambahnya.
Sementara itu, warga menyambut baik langkah cepat yang dilakukan petugas kesehatan. Mereka berharap upaya fogging dapat menekan angka penyebaran DBD yang mulai meresahkan.
Namun demikian, tenaga medis menegaskan bahwa fogging bukan satu-satunya solusi. Peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dinilai menjadi kunci utama pencegahan jangka panjang.
Jika tidak diantisipasi secara serius, lonjakan kasus DBD dikhawatirkan akan terus meningkat seiring kondisi cuaca dan lingkungan yang mendukung berkembangnya nyamuk.
Editor :Tim Sigapnews