Embung Rp92 Juta Perkuat Pasokan Air Petani Tanjungsari
PURWAKARTA – Petani di Desa Tanjungsari, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, kini memiliki harapan baru menghadapi ancaman kekeringan saat musim kemarau. Kementerian Pertanian melalui Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Bandung membangun embung senilai Rp92 juta sebagai upaya memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Pembangunan embung tersebut merupakan bagian dari Program Konstruksi Optimasi Lahan Non Rawa yang dilaksanakan berdasarkan Perjanjian Kerja Sama Nomor 32.14.1261/SPK/06/2026 tertanggal 11 Juni 2026. Program ini menyasar Kelompok Tani Mukti Jaya sebagai penerima manfaat.
.png)
Ketua Kelompok Tani Mukti Jaya, Pandi, mengatakan keberadaan embung sangat dinantikan para petani karena selama ini lahan pertanian di Desa Tanjungsari kerap mengalami kekurangan pasokan air ketika musim kemarau tiba.
"Selama ini lahan pertanian nonrawa di wilayah Tanjungsari sering mengalami kekurangan air saat musim kemarau. Kondisi tersebut membuat pola tanam petani menjadi terbatas sehingga hasil panen tidak maksimal," ujar Pandi saat ditemui di lokasi pembangunan embung, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, embung tersebut akan menjadi sumber cadangan air yang dapat dimanfaatkan petani untuk mengairi lahan pertanian ketika curah hujan menurun.
"Dengan adanya embung ini diharapkan menjadi sumber cadangan air sehingga petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada hujan. Masa tanam bisa lebih fleksibel dan produktivitas pertanian juga meningkat," tambahnya.
Dengan anggaran Rp92.000.000, embung itu dirancang mampu menampung air hujan yang selanjutnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian di sekitar Desa Tanjungsari.
.png)
Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan ketahanan sektor pertanian sekaligus mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan di lahan nonrawa. Selain menjaga ketersediaan air, pembangunan embung diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam dan mendongkrak hasil produksi pertanian masyarakat.
Keberadaan infrastruktur air ini juga diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi petani dalam menghadapi perubahan iklim yang berdampak pada semakin tidak menentunya musim tanam di berbagai daerah.
Editor :Tim Sigapnews