Warga Tegalmunjul Bongkar Rumah Rapuh, Bantuan Legislator Tak Kunjung Datang
Warga Kampung Celibadak, RT 04/RW 05, Kelurahan Tegalmunjul, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, bergotong royong merobohkan rumah tidak layak huni milik Oing, Kamis (24/4/2026).
PURWAKARTA - Warga Kampung Celibadak, RT 04/RW 05, Kelurahan Tegalmunjul, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, bergotong royong merobohkan rumah tidak layak huni milik Oing, Kamis (24/4/2026), setelah kondisi bangunan dinilai membahayakan keselamatan penghuni.
Sejak pagi, puluhan warga bersama Ketua RT turun langsung membongkar bagian demi bagian rumah yang sudah rapuh. Dinding terlihat retak besar, atap bocor, dan tiang penyangga yang lapuk membuat bangunan itu rawan ambruk, terutama saat hujan deras.
Ketua RT 04, Agus, yang memimpin kegiatan, menegaskan langkah ini terpaksa diambil demi menghindari risiko korban jiwa.
“Kami terpaksa robohkan dulu daripada jatuh korban. Sudah lama kami usulkan bantuan perbaikan rumah ke pemerintah melalui jalur anggota legislatif, tapi sampai hari ini belum ada realisasi,” ujarnya di lokasi.
Menurut warga, usulan rehabilitasi rumah tidak layak huni sebenarnya sudah diajukan sejak tahun lalu melalui musrenbang dan aspirasi dewan. Namun hingga kini, bantuan yang dijanjikan belum juga turun.
Kondisi tersebut mendorong warga mengambil inisiatif sendiri. Mereka mengumpulkan tenaga dan alat seadanya untuk membongkar bangunan secara swadaya.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat menyebut langkah ini sebagai bentuk kepedulian bersama.
“Sementara ini, pemilik rumah kami ungsikan ke rumah saudaranya. Kami berharap pemerintah daerah dan anggota legislatif segera turun tangan memberi bantuan agar bisa dibangun kembali,” ujarnya.
Selain faktor keselamatan, pembongkaran juga dilakukan untuk membuka peluang pembangunan ulang rumah yang lebih layak. Namun tanpa dukungan anggaran, warga mengaku kesulitan melanjutkan tahap pembangunan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kelurahan belum memberikan keterangan resmi terkait pembongkaran tersebut. Warga menyebut sempat diarahkan untuk berkoordinasi dengan perwakilan legislatif, namun belum membuahkan hasil.
Peristiwa ini menyoroti masih adanya rumah tidak layak huni yang belum tersentuh bantuan. Di tengah keterbatasan, solidaritas warga menjadi solusi sementara untuk mencegah risiko yang lebih besar.
Ke depan, masyarakat berharap ada respons cepat dari pemerintah agar hunian yang layak dapat segera terwujud, sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di wilayah lain.
Editor :Tim Sigapnews