Kebakaran Pasar Jagong Aceh Tengah, 96 Bangunan Terdampak
ACEH TENGAH – Kebakaran yang melanda Kompleks Pasar Jagong, Kampung Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (9/8/2026), tidak hanya menghanguskan bangunan, tetapi juga berdampak terhadap warga dengan kondisi sosial dan ekonomi yang beragam.
Berdasarkan pendataan Pemerintah Kampung Jeget Ayu, sebanyak 96 bangunan terdampak dalam musibah tersebut. Dari jumlah itu, 73 bangunan merupakan rumah pribadi yang dihuni maupun dimanfaatkan untuk berbagai keperluan usaha.
Data sementara mencatat sebanyak 60 kepala keluarga (KK) atau sekitar 243 jiwa terdampak. Namun, terdapat pula data lain yang mencatat jumlah warga terdampak mencapai 255 jiwa.
Kondisi para korban tidak sepenuhnya sama. Karena itu, pendataan berdasarkan status kepemilikan rumah, tempat tinggal, serta aktivitas ekonomi dinilai penting agar bantuan yang diberikan pemerintah maupun pihak lain dapat lebih tepat sasaran.
Sedikitnya terdapat lima kategori korban yang perlu menjadi perhatian dalam proses pendataan.
Pertama, kelompok pemilik rumah yang sekaligus tinggal dan menjalankan usaha di lokasi. Mereka mengalami kerugian ganda karena kehilangan tempat tinggal sekaligus sumber penghasilan. Sejumlah usaha yang terdampak antara lain toko kelontong, warung makan, usaha jahit, apotek, konter ponsel, dan berbagai usaha lainnya.
Kedua, terdapat pemilik rumah yang tidak tinggal di lokasi karena bangunan tersebut disewakan atau ditempati pihak lain. Kelompok ini tidak kehilangan tempat tinggal secara langsung, tetapi tetap mengalami kerugian berupa aset bangunan dan fasilitas yang terbakar.
Ketiga, terdapat pemilik rumah yang hanya menggunakan bangunan sebagai tempat tinggal. Mereka tidak menjalankan usaha di lokasi dan sebagian bekerja sebagai petani, buruh, maupun pekerja harian. Kebakaran membuat kelompok ini kehilangan tempat tinggal sekaligus harta benda yang dikumpulkan selama bertahun-tahun.
Keempat, korban berasal dari keluarga yang berstatus sebagai penyewa rumah. Mereka tinggal bersama keluarga di rumah yang bukan milik sendiri dan memiliki latar pekerjaan beragam, mulai dari petani, pedagang, buruh hingga pekerja informal.
Kelima, terdapat anak kos yang tinggal di sekitar Kompleks Pasar Jagong. Sebagian merupakan pelajar, mahasiswa, maupun pekerja yang menyewa kamar di kawasan tersebut. Selain kehilangan tempat tinggal sementara, mereka juga kehilangan pakaian, dokumen penting, perlengkapan sekolah, serta kebutuhan kerja.
Perbedaan kondisi tersebut membuat pendataan berbasis status korban menjadi penting dalam menentukan bentuk bantuan. Warga yang kehilangan rumah sekaligus sumber penghasilan, misalnya, membutuhkan penanganan yang berbeda dengan pemilik aset sewaan maupun penyewa yang kehilangan tempat tinggal dan barang pribadi.
Pendataan yang lebih terperinci juga diperlukan untuk menentukan prioritas bantuan, mulai dari hunian sementara, kebutuhan pokok, bantuan sosial hingga dukungan pemulihan usaha bagi warga yang kehilangan mata pencaharian.
Hingga kini, Pemerintah Kecamatan Jagong Jeget bersama Pemerintah Kampung Jeget Ayu dan instansi terkait masih melakukan pendataan lanjutan untuk memetakan jumlah korban berdasarkan kategori tersebut.
Pendataan diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan penyaluran bantuan secara lebih adil, tepat sasaran, serta sesuai dengan kondisi nyata warga yang terdampak kebakaran Kompleks Pasar Jagong.
Editor :Tim Sigapnews