Karhutla Mendekati IKN, Ribuan Hektare Lahan Kaltim Terbakar
KALIMANTAN TIMUR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di Kalimantan Timur ketika luasan lahan terbakar sepanjang September mencapai 2.505 hektare, sementara sejumlah titik kebakaran berada dalam delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Data BPBD Kalimantan Timur menunjukkan terdapat 608 kejadian karhutla sepanjang 1–21 September 2026. Secara kumulatif sejak Januari hingga 21 September, jumlah kejadian mencapai 1.470 dengan luas lahan terbakar sekitar 6.333 hektare.
Kondisi di sekitar IKN mendapat perhatian khusus karena beberapa titik kebakaran berada di kawasan penyangga ibu kota baru. Salah satunya berada di Bukit Tengkorak, kawasan yang termasuk Tahura Bukit Soeharto.
Otorita IKN menegaskan kebakaran belum mencapai Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Pada pertengahan September, lokasi karhutla terdekat dilaporkan berjarak sekitar 20–30 kilometer dari KIPP. Pemerintah memperketat patroli untuk mencegah api bergerak menuju zona inti.
Water Bombing Dikerahkan
Ancaman tersebut mendorong pemerintah menggabungkan pemadaman darat dan udara. BNPB dan TNI Angkatan Udara mengerahkan operasi water bombing untuk membasahi titik-titik yang sulit dijangkau petugas di darat. Lima area sebelumnya ditetapkan sebagai prioritas, termasuk Bukit Tengkorak, Bukit Merdeka, Teluk Dalam, Wonotirto, dan arah Tanjung Harapan.
Pada awal September, OIKN melaporkan operasi water bombing berhasil mengurangi sejumlah titik panas. Meski beberapa lokasi telah padam, patroli tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya api baru.
Risiko karhutla juga tidak hanya menjadi persoalan lokal. Kebakaran di berbagai wilayah Indonesia tahun ini telah meningkatkan perhatian regional terhadap kualitas udara dan kabut asap di Asia Tenggara. Reuters melaporkan Indonesia menerima bantuan Malaysia untuk menangani kebakaran yang berlangsung selama beberapa pekan.
Ujian bagi Kota Hutan Indonesia
Bagi IKN, kebakaran menjadi tantangan khusus karena Nusantara dirancang sebagai kota hutan dengan kawasan hijau sebagai bagian penting dari konsep pembangunannya.
OIKN mengatakan pengendalian karhutla dilakukan melalui satuan reaksi cepat yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, TNI/Polri, perusahaan, organisasi lingkungan, serta masyarakat.
Sementara itu, kualitas udara di KIPP dilaporkan masih berada dalam kondisi baik berdasarkan pemantauan OIKN pada pertengahan September. Pemerintah tetap memperkuat pencegahan agar kebakaran tidak meluas ke kawasan inti.
Dengan musim kering yang masih berlangsung, perhatian kini tertuju pada kemampuan Indonesia menjaga kawasan hutan di sekitar ibu kota barunya sekaligus mencegah karhutla berkembang menjadi krisis lingkungan yang lebih luas.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Otorita Ibu Kota Nusantara, BPBD Kalimantan Timur, ANTARA News, Reuters, BNPB, TNI AU.