Enam Murid SLB Indonesia Raih Enam Medali di Kompetisi Kuliner Internasional
Enam murid SLB Indonesia yang mengikuti kompetisi kuliner internasional Battle of the Chefs 2026 di Penang, Malaysia. Mereka berhasil membawa pulang empat medali perak dan dua medali perunggu. (Foto: Kemendikdasmen)
JAKARTA – Enam murid Sekolah Luar Biasa (SLB) asal Indonesia meraih prestasi di kompetisi kuliner internasional Battle of the Chefs (BOTC) 2026 di Penang, Malaysia. Mereka membawa pulang empat medali perak dan dua medali perunggu dari ajang yang berlangsung pada 21–24 Oktober 2026.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan pencapaian tersebut pada 26 Oktober 2026. Keenam peserta berasal dari berbagai daerah dan sekolah khusus di Indonesia.
Mereka adalah Keylla Almayra dari SLB Negeri 1 Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta; Dinda Aprillia dari SLB Negeri Pembina Palembang, Sumatera Selatan; Roainun dari SLB Negeri Pangeran Cakrabuana, Jawa Barat; Charisya Apta Maydian Aglind dari SLB Negeri Semarang, Jawa Tengah; Hepi Vania Zendrato dari SLB Negeri 1 Padang, Sumatera Barat; serta Andi Ismira Aulia dari SLB Negeri Tanjung Selor, Kalimantan Utara.
Salah satu karya yang menarik perhatian dalam kompetisi tersebut adalah kue bertema floral bertingkat dua yang dibuat Andi Ismira Aulia bersama Hepi Vania Zendrato. Keduanya menghias kue dengan ornamen bunga dan dekorasi menyerupai keranjang.
Bagi Andi Ismira, kompetisi tersebut menjadi pengalaman pertamanya mewakili Indonesia dalam ajang internasional. Ia mengaku pengalaman itu menjadi motivasi untuk terus mengembangkan keterampilan dan berani menghadapi tantangan baru.
“Keberhasilan ini menjadi pengalaman berharga, terlebih karena kompetisi tersebut merupakan pengalaman pertamanya di ajang internasional,” demikian keterangan Kemendikdasmen mengenai pengalaman Andi Ismira.
Peserta lainnya, Dinda Aprillia, juga menunjukkan ketekunan selama persiapan. Guru pendampingnya, Labora Francisca, mengatakan Dinda tetap berlatih meskipun kondisi kabut asap sempat melanda Palembang. Dalam perlombaan, Dinda membuat kue bertema Tahun Baru Imlek dengan dekorasi naga dan ornamen khas perayaan tersebut.
Kepala Pusat Pengembangan Prestasi dan Pembinaan Karakter Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, menyampaikan bahwa keikutsertaan murid berkebutuhan khusus dalam kompetisi internasional bukan hanya berorientasi pada perolehan medali. Ajang tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, kepercayaan diri, dan kemandirian.
Prestasi ini memperlihatkan pentingnya kesempatan dan dukungan pendidikan keterampilan bagi murid penyandang disabilitas. Pengalaman kompetisi internasional juga diharapkan membuka peluang lebih luas untuk pengembangan pendidikan dan karier mereka di bidang kuliner.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Kemendikdasmen, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, ANTARA News, detikEdu, JPNN, SLB Negeri









