Dengue Melonjak di Bangladesh, 65.499 Kasus Tercatat
suasana rumah sakit Bangladesh yang dipenuhi pasien dengue. Ini paling kuat karena langsung menggambarkan dampak lonjakan kasus terhadap sistem kesehatan.
DHAKA – Bangladesh menghadapi lonjakan dengue yang semakin menekan sistem kesehatan setelah 1.872 pasien baru dirawat dalam 24 jam hingga 22 September 2026, angka harian tertinggi sepanjang tahun ini. Data Directorate General of Health Services (DGHS) menunjukkan total kasus dengue telah mencapai 65.499, dengan 195 kematian sejak Januari.
Lonjakan terbaru juga menunjukkan bahwa wabah belum mereda. Dalam periode yang sama, lima pasien meninggal akibat dengue, sementara 1.477 pasien lainnya dinyatakan pulih dan keluar dari rumah sakit. Sebanyak 4.744 pasien masih menjalani perawatan berdasarkan data harian DGHS.
Kasus tersebar di berbagai wilayah Bangladesh. Dari 1.872 pasien yang masuk rumah sakit, 391 berasal dari wilayah Dhaka Division, sementara 191 tercatat di Dhaka South City Corporation dan 159 di Dhaka North City Corporation. Khulna mencatat 316 pasien, Chattogram 285, Barishal 190, Mymensingh 105, Rajshahi 162, Rangpur 67 dan Sylhet enam pasien.
.png)
Kondisi di sejumlah rumah sakit ikut memburuk. Di Khulna Medical College Hospital, peningkatan pasien membuat sebagian penderita harus menjalani perawatan di koridor, ruang terbuka, hingga area sekitar bangsal karena tempat tidur tidak mencukupi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya telah memperingatkan bahwa pengendalian dengue di Bangladesh membutuhkan kerja sama lintas sektor. Pada September, WHO menekankan pentingnya menghilangkan tempat berkembang biak nyamuk, memperkuat pemantauan penyakit, meningkatkan pengendalian vektor, serta memperkuat kemampuan tenaga kesehatan menangani kasus berat.
Hujan yang terjadi secara berkala juga menjadi perhatian karena dapat menciptakan genangan yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes, pembawa virus dengue. Di Chattogram, misalnya, 585 kasus tercatat hanya dalam sembilan hari pertama September, hampir setengah dari total kasus sepanjang Agustus.
Tekanan dengue datang ketika Bangladesh juga masih menghadapi wabah campak yang membebani rumah sakit. Reuters melaporkan fasilitas kesehatan di negara itu harus menangani peningkatan pasien dari kedua penyakit secara bersamaan.
Pemerintah Bangladesh kini memperkuat respons klinis dan pencegahan. Pelatihan khusus diberikan kepada 1.600 dokter di 40 distrik untuk meningkatkan penanganan dengue dan menekan angka kematian.
Dengan kasus yang terus bertambah dan rekor rawat inap harian baru, dengue kini menjadi salah satu tekanan kesehatan masyarakat terbesar Bangladesh pada 2026.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Directorate General of Health Services Bangladesh, WHO Bangladesh, Reuters, The Daily Star, The Busi