Bupati Trenggalek Nilai Pahargyan Longkangan Jadi Kekuatan Budaya dan Ekonomi Pesisir
Bupati Kabupaten Trenggalek, Mochamad Nur Arifin
Trenggalek, Bupati Kabupaten Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menilai Pahargyan Adat Longkangan Teluk Sumbreng merupakan kekayaan budaya yang memiliki nilai spiritual, sosial, sekaligus ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Tradisi adat yang digelar masyarakat Kecamatan Munjungan itu dinilai menjadi bukti kuat bahwa masyarakat setempat masih memegang teguh nilai gotong royong, penghormatan terhadap alam, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
“Tradisi seperti Longkangan bukan hanya harus dijaga sebagai warisan budaya, tetapi juga perlu diperkuat sebagai identitas daerah. Ini adalah kekuatan sosial dan budaya masyarakat Trenggalek yang tidak dimiliki semua daerah,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Ipin tersebut.
Menurutnya, keberadaan Pahargyan Longkangan tidak hanya memiliki makna budaya dan spiritual, tetapi juga menyimpan potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Terutama melalui sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pariwisata lokal, hingga ekonomi kreatif berbasis budaya.
Ia menilai tradisi budaya yang terus hidup di tengah masyarakat dapat menjadi daya tarik wisata yang mampu memperkuat citra daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga pesisir.
Mas Ipin juga berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam pelestarian budaya, melainkan ikut memahami serta terlibat aktif menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi Longkangan.
“Kalau budaya ini tetap hidup, maka identitas masyarakat pesisir juga akan tetap kuat. Tradisi seperti ini harus diwariskan, bukan hanya diceritakan,” tuturnya.
Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, Pahargyan Adat Longkangan Teluk Sumbreng dinilai menjadi simbol bahwa tradisi bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan pengetahuan budaya yang tetap hidup melalui ingatan kolektif masyarakatnya.
Editor :Lendra Maradona
Source : Laporan langsung