Investasi Teknologi Dorong Batam Menuju Dubai Kecil di Sumatera
Rektor Universitas Paramadina Didik J. Rachbini
BATAM — Investasi teknologi dan penguatan modal asing menjadi peluang Batam, Kepulauan Riau, untuk memperbesar perannya sebagai pusat ekonomi kawasan.
Rektor Universitas Paramadina Didik J. Rachbini menilai posisi geografis Batam yang berdekatan dengan Singapura dan berada di jalur pelayaran internasional menjadi modal penting untuk menarik investasi global.
Pandangan itu mengemuka di Batam, Selasa (29/9/2026), ketika arus investasi teknologi tinggi mulai membidik kawasan tersebut. Salah satu yang menjadi perhatian ialah rencana pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang melibatkan Nvidia, Firmus Technologies dari Australia, dan DayOne dari Singapura.
Data BP Batam mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp69,30 triliun, melampaui target Rp60 triliun. Pada Triwulan II 2026, ekonomi Batam juga tumbuh 7,28 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Kepri 6,99 persen dan nasional 5,29 persen.
Didik mengatakan kondisi daya beli yang lemah membutuhkan kebijakan ekonomi yang tidak hanya bertumpu pada program sosial, tetapi juga mampu menarik investasi dan memperluas pasar ekspor.
“Dalam situasi seperti ini dimana ada masalah daya beli (konsumsi lemah), kebijakan ekonomi harus inovatif dan terus mencari alternatif. Tidak bisa pemerintah bertahan hanya dengan kebijakan sosial yang ‘inward looking’ dan menghabiskan dana pajak dan apbn secara kurang atau bahkan tidak produktif.”
Ia mencontohkan Vietnam yang menurutnya berhasil mengarahkan perekonomian pada investasi, ekspor, dan pasar global.
“Indonesia tidak akan pernah mencapai tingkat pertumbuhan 7-8 seperti dijanjikan jika menghindari kebijakan investasi dan ekspor, yang bererientasi ke luar. Kuncinya sederhana, tiru vietnam saja, yang sekarang berhasil mendorong perekonomiannya bertumbuh tinggi.”
Menurut Didik, dinamika geopolitik global juga membuka peluang bagi Indonesia untuk menawarkan lokasi investasi alternatif, termasuk Batam.
“Peluang alternatif pergeseran investasi karena masalah geopolitik ini sebenarnya bisa menempatkan Indonesia menerima luapan gerak investasi tersebut.”
Ia menilai Batam memiliki fondasi yang cukup kuat untuk diarahkan menjadi “Dubai Kecil” di Sumatera.
“Pilih saja fokus kebijakan ke Batam, kawasan ekonomi sudah direncanakan maju mengikuti Singapura sejak tahun 1980-an oleh Prof. Habibie.”
“Dengan penduduk lebih dari 2 juta, Batam bisa direncakan untuk menjadi ‘Dubai Kecil’ di Sumatera.”
Nvidia Jadi Pemicu Investasi Teknologi
Rencana investasi Nvidia turut memperkuat sorotan terhadap Batam. Pemerintah menyebut Nvidia berencana menanamkan investasi sekitar US$4,5 miliar atau sekitar Rp80 triliun untuk pengembangan pusat data dan komputasi AI di Batam.
Sementara itu, proyek Nvidia DSX AI Factory yang dikembangkan bersama Firmus Technologies dan DayOne dirancang berkapasitas 360 megawatt dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I 2027. Fasilitas itu diproyeksikan menyediakan hingga 170.000 chip akselerator AI pada 2027–2028.
Didik melihat masuknya investor teknologi besar dapat menjadi pemicu investasi lanjutan.
“Dengan satu investor besar dan signifikan seperti ini, maka investasi batam bisa baik 2-3 kali lipat.”
Ia juga menekankan pentingnya kepastian hukum dan iklim usaha agar peluang tersebut tidak berhenti pada rencana investasi.
“Kuncinya adalah kebijakan investasi, jika kepala naga sudah masuk dan percaya, maka badan dan ekornya akan segera ikut masuk ke dalam.”
Menurut Didik, Batam sudah memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari FTZ, posisi geografis hingga kedekatan ekonomi dengan Singapura.
“Batam bisa menjadi ‘Dubai kecil‘ di Sumatera karena sudah memiliki keunggulan sejak keberadaannya, strategis secara geografis, berimpit dengan kota global Singapura, ada di jalur pelayaran internasional.”
Ia menegaskan peluang tersebut membutuhkan kesiapan pemerintah dalam menyediakan regulasi, pelayanan investasi, infrastruktur, serta kepastian hukum.
“Dengan dinamika yang ada dalam waktu dekat Batam bisa menjadi pintu masuk modal Timur Tengah dan Asia.”
Editor :Tim Sigapnews