India Perkuat Posisi sebagai Pembeli Utama Produk Indonesia
Aktivitas perdagangan dan pengiriman barang melalui jalur laut. India menjadi tujuan ekspor nonmigas terbesar ketiga Indonesia dengan nilai US$15 miliar selama Januari–September 2026.
JAKARTA – India semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pasar utama produk Indonesia. Nilai ekspor nonminyak dan gas (nonmigas) Indonesia ke India mencapai US$15 miliar atau sekitar Rp272,4 triliun sepanjang Januari–September 2026, meningkat 14,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat India menempati posisi ketiga sebagai negara tujuan ekspor nonmigas Indonesia, setelah Tiongkok dengan US$54,17 miliar dan Amerika Serikat sebesar US$25,39 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan bahwa bahan bakar mineral menjadi komoditas terbesar yang dikirim Indonesia ke India, dengan kontribusi 31,50 persen dari total ekspor nonmigas ke negara tersebut.
Bahan Bakar Mineral dan Minyak Nabati Mendominasi
Selain bahan bakar mineral, produk lemak dan minyak hewani maupun nabati, termasuk minyak kelapa sawit, turut menjadi komoditas penting dalam perdagangan kedua negara.
Data BPS yang dikutip Bisnis.com menunjukkan ekspor nonmigas Indonesia ke India pada September 2026 mencapai US$2,23 miliar, meningkat 55,65 persen dibandingkan September 2025.
Salah satu kenaikan paling menonjol terjadi pada kelompok lemak dan minyak hewani atau nabati. Nilai ekspornya melonjak 460,36 persen, dari US$112,41 juta pada September 2025 menjadi US$629,92 juta pada September 2026.
Ekspor bahan bakar mineral ke India pada bulan yang sama mencapai US$631,23 juta. Sementara itu, pengiriman mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya meningkat 350,97 persen menjadi US$184 juta. Ekspor besi dan baja juga tumbuh 72,32 persen menjadi US$231,88 juta.
India Jadi Pasar Strategis Ekspor Indonesia
Secara keseluruhan, nilai ekspor Indonesia mencapai US$221,23 miliar sepanjang Januari–September 2026, meningkat 5,58 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Ekspor nonmigas menyumbang US$212,27 miliar atau tumbuh 6,30 persen. Sektor industri pengolahan menjadi kontributor terbesar dengan nilai US$182,83 miliar.
Pertumbuhan ekspor ke India memperlihatkan peluang perdagangan Indonesia di pasar Asia Selatan, terutama untuk produk energi, minyak nabati, serta barang industri.
Namun, penguatan perdagangan juga perlu diikuti diversifikasi produk ekspor dan peningkatan nilai tambah agar Indonesia tidak hanya bergantung pada pengiriman bahan mentah dan komoditas primer.
Editor :Tim Sigapnews
Source : BPS, ANTARA News, Bisnis.com, Liputan6, Bloomberg Technoz, Kementerian Perdagangan RI.









