Inggris Punya 1.000 Hari Perkuat Pertahanan Hadapi Ancaman Perang
Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting memperingatkan pentingnya mempercepat kesiapan pertahanan negara dan sekutu NATO menghadapi potensi ancaman keamanan hingga 2030.
LONDON – Pemerintah Inggris mempercepat persiapan pertahanan nasional setelah Menteri Pertahanan Wes Streeting memperingatkan bahwa peningkatan kekuatan militer negara-negara yang dianggap sebagai ancaman dapat membuka kemungkinan serangan terhadap Inggris dan sekutunya pada 2030.
Dalam pernyataan yang diterbitkan pada 24 Oktober 2026, Streeting mengatakan Inggris memiliki sedikit lebih dari 1.000 hari untuk mencapai kesiapan bertempur bersama negara-negara sekutu North Atlantic Treaty Organization (NATO).
“Pada 2030, kekuatan militer dan ekonomi perang para lawan kita dapat menempatkan mereka pada posisi untuk menyerang,” tulis Streeting dalam artikel opini di The Telegraph, sebagaimana dikutip Anadolu Agency pada 26 Oktober 2026.
Ia menegaskan bahwa prioritas pemerintah adalah memperkuat kemampuan militer, mempererat aliansi pertahanan, serta membangun kembali kapasitas industri pertahanan Inggris.
Persiapan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah personel dan persenjataan. Pemerintah Inggris juga menyiapkan penguatan rantai pasok, kapasitas produksi, dan perlindungan infrastruktur penting.
Kementerian Pertahanan Inggris pada Juni 2026 menerbitkan Defence Investment Plan dengan dukungan investasi sebesar 298 miliar pound sterling selama empat tahun. Rencana tersebut diarahkan untuk memperkuat angkatan bersenjata, industri pertahanan, serta keamanan Eropa.
Pemerintah juga sedang mengembangkan rancangan undang-undang Defence Readiness Bill. Berdasarkan jawaban resmi Kementerian Pertahanan kepada Parlemen pada 6 Oktober 2026, aturan tersebut dirancang untuk memperkuat kesiapan industri, akses terhadap infrastruktur penting, pasokan layanan bagi militer, serta mobilisasi personel cadangan dan aparatur sipil.
Di luar sektor militer, pemerintah Inggris meluncurkan kampanye Be Ready pada 22 Oktober 2026. Kampanye ini mendorong masyarakat menyiapkan kebutuhan dasar untuk menghadapi gangguan layanan publik selama tiga hari.
Panduan resmi pemerintah mencakup persediaan air minum, makanan tahan lama, obat-obatan penting, perlengkapan pertolongan pertama, lampu senter, baterai, radio, dan uang tunai.
Namun, pemerintah menegaskan kampanye tersebut bukan respons terhadap ancaman spesifik atau serangan yang diperkirakan segera terjadi. Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan ketahanan masyarakat menghadapi berbagai keadaan darurat, termasuk cuaca ekstrem dan gangguan listrik, air, maupun internet.
Peringatan Streeting mencerminkan perubahan pendekatan Inggris terhadap keamanan nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan perkembangan kemampuan militer negara lain.
Inggris juga merencanakan latihan pertahanan domestik berskala besar pada 2027 untuk menguji respons terhadap ancaman hibrida, seperti serangan siber, disinformasi, campur tangan pemilu, dan sabotase infrastruktur penting.
Dengan demikian, target 1.000 hari yang disampaikan Streeting merupakan tenggat untuk meningkatkan kesiapan pertahanan bersama sekutu, bukan kepastian bahwa perang akan pecah dalam jangka waktu tersebut.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Anadolu Agency, The Telegraph, The Independent, LBC, Reuters, UK Ministry of Defence, UK Parliament,









