PH : Minta Presiden RI turun tangan ungkap meninggalnya almarhum Prada josua Lumban Tobing
Orangtua Almarhum Josua Lumban Tobing Tolak Hasil Penyelidikan Denpom 1/BB, Berikut Isi Lengkapnya
Foto : Penasehat Hukum Keluarga Almarhum , Dr Freddy Simanjuntak, SH, MH Didampingi Orangtua Almarhum Prada Josua Lumban Tobing saat wawancara Bersama Awak Media, Senin (22/12/2025)
PEKANBARU - Keluarga Almarhun Prada Josua Lumban Tobing Menolak Hasil Penyelidikan Kodam I/Bukit Barisan. pasalnya Hasilnya penyelidikan Kodam I/Bukit Barisan terkait kasus meninggalnya Almarhum Prada Josua Lumban Tobing Bunuh Diri Karena Putus Cinta adalah tidak benar dan tidak sesuai dengan yang sebenarnya, ada dugaan proses penyelidikan tidak sesuai Hasil Otopsi yang menemukan ada kekerasan beberapa bagian tubuh korban dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Kami dari penasehat hukum orangtua Almarhun Prada Josua Lumban Tobing menolak Hasil Penyelidikan Kodam I/Bukit Barisan. Karena, hasil penyelidikan itu tidak benar tidak sesuai dengan Hasil Otopsi yang jelas ada tanda kekerasan pada tubuh korban dan hasil BAP saya dan keluarga korban itu tidak sama, ”Ujar Dr Freddy Simanjuntak, SH, M.H kepada awak media, Senin (22/12/2025) di mako kodam XIX/Tuanku tambusai.
"Kami Mohon kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Ketua DPR RI Puan maharani agar membuka Kasus Kematian Prada Josua seutuhnya karena itu bukan bunuh diri dari hasil otopsi jelas itu diduga dibunuh karena ada tanda kekerasan pada beberapa bagian tubuhnya dan patah tulang leher yang jelas itu tak lazim ada pada orang yang meninggal gantung diri," Ucapnya
Terkait Kasus Kematian Almarhum Prada Josua Lumban Tobing. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyurati Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Rabu 25 Juni 2025 agar menindaklanjuti perkara Kematian Prada Josua Lumban Tobing.hasil otopsi Januari 2025 lalu ada tanda kekerasan pada Almarhum Prada Josua Lumban Tobing. Sehingga, KSAD diminta untuk mengungkap siapa pelaku yang menyebabkan tewasnya Almarhum Prada Josua Lumban Tobing.
Komnas HAM juga meminta agar KSAD untuk menyerahkan hasil otopsi tersebut kepada Kuasa Hukum Keluarga Korban Almarhum Prada Josua Lumban Tobing dan menindaklanjuti Perkara Kematian Almarhum Prada Josua ditemukan Tewas memakai baju seniornya dengan Leher terjerat di Gudang Logistik Batalion Infanteri (Yonif) 132 Salo Bangkinang pada 30 Juni 2024 lalu.
"Jadi, Kita sudah menerima surat dari Komnas HAM yang mana surat tersebut meminta agar KSAD menyerahkan hasil otopsi yang sudah dibacakan Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau ada kekerasan pada beberapa bagian tubuh Almarhum Prada Josua Lumban Tobing yang dibacakan pada 15 Januari 2025 di Denpom 1/3 Pekanbaru, "tegas Dr Freddy Simanjuntak, SH, MH kepada awak media.
Keluarga korban bersama Tim Penasihat Hukum sdh bolak balik berkirim surat dan mendatangi Istana Kepresidenan, Kantor Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Komnas HAM-RI,DPR-RI, Panglima TNI, Kasad dan sudah di buat Laporan Resmi melalui DanpusPOM AD di Jakarta dan ke DenPOM 1/3 Pekanbaru tentang Dugaan Pembunuhan Berencana yang patut diduga pelakunya adalah para Senior Korban.
Pihak DPR-RI melalui beberapa Komisi telah berjanji akan melaksanakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU)dengan melibatkan pihak terkait dan dari Kantor Staf Kepresiddnan (KSP)juga sudah langsung datang ke Pekanbaru bertemu dengan keluarga korban dan Tim Penasihat Hukum keluarga korban, demikian juga Komnas HAM-RI sdh beberapa kali merekomendasikan ke Panglima TNI melalui Kasad agar ditindak lanjuti Hasil Ekshumasi/Autopsi serta diserahkan Hasil Ekshjmasi/Autopsi kepada keluarga korban, namun hingga kini pihak TNI belum menyerahkanya.
Sumber : Tim Media Kantor Hukum Dr Freddy Simanjuntak, SH, MH
Editor :Ade Sahputra
Source : Tim Media kantor Hukum Dr Freddy Simanjuntak, SH, MH