Primaya Hospital Bagikan 2.000 Mini MCU Gratis untuk Pendamping Pasien
JAKARTA – Primaya Hospital Group membagikan 2.000 pemeriksaan mini medical check-up (MCU) gratis bagi pendamping pasien di 20 jaringan rumah sakitnya di Indonesia pada peringatan Hari Pelanggan Nasional, Jumat (4/9/2026). Program tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus pengingat bahwa kesehatan pendamping pasien juga perlu diperhatikan.
Mengusung tema “20 Years of Excellence – Care That Matters to You”, Primaya Hospital menggelar program tersebut bertepatan dengan perjalanan dua dekade kelompok rumah sakit tersebut. Pendamping pasien menjadi sasaran karena mereka kerap lebih fokus merawat anggota keluarga hingga mengabaikan kondisi kesehatan sendiri.
Chief Medical Officer Primaya Hospital Group, dr. Esther Ramono, mengatakan perhatian terhadap pendamping menjadi bagian dari pelayanan yang ingin dibangun Primaya.
“Tidak jarang pendamping lebih sibuk memastikan orang yang mereka sayangi baik-baik saja hingga lupa memperhatikan kondisi dirinya sendiri. Melalui 2.000 mini MCU gratis ini, kami ingin mengajak mereka untuk sesekali memberikan perhatian kepada kesehatannya sendiri. Ini adalah bentuk apresiasi kami kepada para pendamping yang selalu hadir di sisi pasien,” ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan gratis, dr. Esther juga menyempatkan diri menyapa pasien hemodialisis di Primaya Hospital Bekasi Timur. Salah satunya Christiawan Heri, yang telah menjalani cuci darah selama sekitar dua tahun di bawah perawatan dr. I Putu Arsana, Sp.PD, K-GH.
Heri menjalani hemodialisis hingga dua kali setiap pekan. Bahkan, ia kerap datang tanpa didampingi keluarga. Namun, ia mengaku tetap memperoleh perhatian dari dokter dan perawat selama menjalani perawatan.
“Walaupun saya melakukan cuci darah dua kali seminggu dan biasanya tidak didampingi keluarga, di sini saya merasa dianggap sebagai keluarga oleh dokter dan perawat yang sigap dan perhatian. Ada satu kata yang membekas bagi saya. Setiap kali saya mengucapkan terima kasih, seluruh petugas di rumah sakit ini selalu menjawab, ‘Dengan senang hati’. Mungkin bagi mereka itu bagian dari ketentuan perusahaan, tetapi bagi saya, ucapan itu membuat saya merasa disambut dengan hangat dan diperlakukan tanpa diskriminasi,” tutur Heri.
Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, Dr. dr. Meizar Rizaldi, M.Ked.Klin., MM., MBA., FISQua, mengatakan pasien hemodialisis membutuhkan pendampingan konsisten karena terapi dilakukan secara rutin dalam jangka panjang.
“Pasien hemodialisis memiliki perjalanan perawatan yang panjang dan membutuhkan dukungan yang konsisten. Karena itu, kami tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga berupaya memastikan kebutuhan dan perkembangan pasien dapat terus terpantau. Salah satunya melalui program Sahabat Hemodialisis, sebuah inisiatif pendampingan berkelanjutan yang dilengkapi dengan logbook untuk memonitor kondisi pasien, baik selama berada di rumah sakit maupun saat di rumah,” ungkapnya.
Menurut Meizar, pendekatan tersebut diarahkan untuk membuat pasien merasa didengar dan diperhatikan sepanjang menjalani terapi.
“Menjalani hemodialisis secara rutin tentu bukan perjalanan yang mudah. Melalui Sahabat Hemodialisis, kami ingin membangun hubungan yang membuat pasien merasa didengar dan diperhatikan sepanjang prosesnya. Bagi kami, kualitas pengalaman pasien merupakan bagian penting dari layanan yang kami berikan,” tambahnya.
Rangkaian Mini MCU dan kunjungan ke unit hemodialisis menjadi bagian dari peringatan Hari Pelanggan Nasional sekaligus HUT ke-20 Primaya Hospital Group.
Melalui kegiatan tersebut, Primaya menegaskan pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pasien, tetapi juga orang-orang yang mendampingi mereka sepanjang proses perawatan.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Sousa Aidya MedRel