Pemprov Riau Tegaskan Dukungan Total untuk Seluruh Program Strategis Nasional
Pemprov Riau menegaskan komitmen penuh dalam mendukung Program Strategis Nasional (PSN) sebagaimana diarahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau menegaskan komitmen penuh dalam mendukung Program Strategis Nasional (PSN) sebagaimana diarahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Penegasan itu disampaikan Penjabat Gubernur Riau SF Hariyanto saat berdialog dengan insan pers di Ruang Rapat Melati, Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Kamis (6/11/2025).
Dalam arahannya pada pemerintah daerah se-Indonesia, Mendagri menekankan wajibnya kepala daerah menjalankan PSN sesuai amanat Pasal 67 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Instruksi tersebut, menurut Tito, menjadi fondasi bagi percepatan pembangunan nasional, terutama di sektor infrastruktur, kesehatan, pendidikan, serta ketahanan ekonomi.
Menindaklanjuti arahan itu, Pemprov Riau memastikan roda pemerintahan tetap berjalan stabil dan proaktif mendukung seluruh kebijakan pusat. SF Hariyanto menegaskan bahwa pelayanan publik harus berada di posisi terdepan.
“Pemerintahan harus tetap berjalan, terutama pelayanan kepada masyarakat. Kita semua harus bersatu, bekerja sama, dan fokus membangun Riau,” ujarnya dalam sesi dialog tersebut.
Ia menekankan bahwa setiap aparatur dituntut memiliki energi, ritme kerja, serta komitmen yang sama agar program pembangunan tidak terhambat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengungkapkan bahwa dukungan terhadap PSN sudah menjadi agenda prioritas pemerintah daerah. Ia menyebut sejumlah program pusat kini bergerak progresif di wilayah Riau.
“Program strategis nasional selalu kami dukung. Ada beberapa yang sudah berjalan di Riau,” kata Syahrial.
Salah satu program yang menjadi fokus adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemprov Riau telah membentuk 670 lebih Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 12 kabupaten/kota. Dari total tersebut, 326 SPPG sudah terlaporkan terbentuk, dan sekitar 180 unit telah beroperasi melayani masyarakat.
“Karena Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) kita baru terbentuk 21 September, maka secara bertahap layanan terus kami aktifkan. Targetnya semua SPPG bisa bekerja optimal,” jelasnya.
Pemprov Riau juga memperluas jangkauan layanan MBG hingga wilayah terpencil agar anak-anak di daerah 3T tidak tertinggal dari standar gizi nasional.
“Kemarin juga telah terbentuk di beberapa daerah untuk SPPG wilayah terpencil. Sehingga, makan bergizi gratis ini bisa dirasakan oleh semua anak,” lanjut Sekda.
Di sektor ekonomi kerakyatan, pemerintah daerah turut menggerakkan Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari PSN untuk memperkuat UMKM lokal. Program ini sudah diluncurkan dan kini memasuki fase pengembangan lokasi serta integrasi dengan pelaku UMKM.
“Koperasi Merah Putih, alhamdulillah telah launching oleh dinas kita beberapa waktu lalu. Kami juga telah berkoordinasi dengan UMKM dan telah menentukan lokasinya,” ungkap Syahrial.
Ia memastikan seluruh pemerintah kabupaten/kota sudah diarahkan untuk menjaga komitmen serupa, termasuk menjaga komunikasi aktif dengan kementerian terkait agar hambatan di lapangan dapat segera diatasi.
“Setiap arahan nasional selalu kami koordinasikan bersama pemerintah pusat,” tegasnya.
Dengan strategi agresif, kolaboratif, dan terukur ini, Pemprov Riau menargetkan seluruh PSN dapat berjalan tanpa hambatan sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan merata oleh masyarakat di seluruh provinsi.
Editor :Tim Sigapnews