Perkuat Lumbung Pangan Desa, PLN MCTN Dukung Petani Bumbung Melalui Inovasi Alat Pengolah Pakan Ternak
PT PLN (Persero) yang berkolaborasi dengan PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara (PLN MCTN) hadir kembali sebagai mitra strategis dalam program Integrated Green Agro Hub, di Balai Desa pada Kamis (02/07) lalu.
SIGAPNEWS.CO.ID | BENGKALIS, 6 JULI 2026 - Di bawah terik matahari Desa Bumbung, Kecamatan Bathin Solapan, sebuah pemandangan penuh harapan terlihat di Balai Desa pada Kamis (02/07) lalu. Para petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Bumbung Asri Madani berkumpul dengan wajah antusias, menanti kehadiran sebuah solusi yang akan mengubah rutinitas mereka. Hari itu, PT PLN (Persero) yang berkolaborasi dengan PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara (PLN MCTN) hadir kembali sebagai mitra strategis dalam program Integrated Green Agro Hub, membawa bantuan nyata berupa mesin chopper rumput dan drum penyimpanan untuk lumbung pangan ternak.
Suasana Balai Desa seketika hidup ketika mesin chopper dinyalakan untuk pertama kalinya. Suara mesin yang menderu memecah kesunyian, disambut senyum bangga dari para petani saat melihat tumpukan limbah daun pertanian perlahan berubah menjadi cacahan pakan ternak yang halus. Percobaan langsung ini bukan sekadar demonstrasi teknis, melainkan simbol lahirnya kemandirian baru bagi para peternak di Desa Bumbung yang selama ini harus berjuang mencari pakan setiap harinya.

"Semoga alat yang kita berikan ini bisa memberikan kemudahan bagi para petani dan para peternak Desa Bumbung sehingga tidak perlu lagi mencari pakan ternak setiap harinya, namun bisa memanfaatkan sampah daun dari tanaman pertanian yang sudah panen," ujar Meydi Arma, Specialist Performance Assistant to Director dari PLN MCTN mewakili manajemen dengan penuh harap.
Kehadiran perangkat desa, komunitas Geliat Riau, dan para petani dalam kegiatan ini menciptakan sebuah kolaborasi dan sinergi yang kuat. Bagi masyarakat Desa Bumbung, bantuan ini adalah jembatan menuju efisiensi, mengubah apa yang tadinya dianggap sebagai limbah tak berguna menjadi aset berharga bagi lumbung pangan mereka. Dukungan infrastruktur ini membuktikan bahwa PLN MCTN bukan sekadar tetangga yang beroperasi di wilayah mereka, melainkan mitra yang ikut memikirkan keberlanjutan ekonomi desa.

Kini, dengan adanya alat pencacah dan sistem penyimpanan yang lebih baik, langkah para petani di Desa Bumbung menjadi semakin efisien. Sinergi antara korporasi, komunitas, dan tangan-tangan terampil para petani ini menjadi bukti bahwa ketika kepedulian bertemu dengan inovasi, kemandirian pangan bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan. Kedepannya, Desa Bumbung diharapkan bisa menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam mengelola potensi lokal untuk masa depan pangan yang lebih berkelanjutan.
Editor :Tim Sigapnews