Perkuat Kinerja PLN MCTN dalam Pemberdayaan Masyarakat, Pelatihan Wirausaha Inklusif Hadir bagi Difabel
PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara (PLN MCTN) yang berkolaborasi dengan PT PLN (Persero), melakukan pelatihan dan pendampingan wirausaha kepada 30 pelaku UMKM disabilitas
SIGAPNEWS.CO.ID | PEKANBARU, 3 JULI 2026 - Senyum penuh semangat terpancar dari wajah 30 pelaku UMKM disabilitas saat mereka berkumpul di Ruang Pelatihan PLUT KUMKM Provinsi Riau pada Rabu (01/07) lalu. PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara (PLN MCTN) yang berkolaborasi dengan PT PLN (Persero), melakukan pelatihan dan pendampingan wirausaha kepada 30 pelaku UMKM disabilitas yang terdiri dari penyandang tunanetra, tunadaksa, tuli, serta disabilitas intelektual. Kegiatan ini merupakan rangkaian penutup dari program berkelanjutan "TJSL Difabel Bisa Berusaha" yang telah berjalan sejak tahun 2025 sebagai komitmen nyata perusahaan dalam menciptakan ekosistem wirausaha yang inklusif dan berkelanjutan.
Selama satu tahun terakhir, program ini telah menjadi wadah transformasi bagi para pelaku UMKM difabel melalui kurikulum pendampingan yang komprehensif. Para peserta tidak hanya diberikan teori, namun juga dibekali materi krusial seperti pengurusan legalitas usaha, penggunaan aplikasi keuangan untuk mempermudah pencatatan pembukuan, hingga pengenalan desain dan promosi produk digital. Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan wawasan mendalam mengenai akses program bantuan modal usaha untuk mendukung skala bisnis mereka. Berkat pendampingan intensif ini, berbagai capaian positif telah diraih, mulai dari terbitnya Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi PIRT, hingga lahirnya media promosi kreatif di media sosial serta tertibnya sistem pencatatan keuangan digital bagi masing-masing pelaku usaha.

Pada sesi puncak di bulan Juli ini, fokus pendampingan semakin tajam dengan pendalaman materi mengenai teknik pemasaran produk yang efektif. Sesi edukasi yang dipandu langsung oleh PLUT KUMKM Provinsi Riau ini bertujuan membekali wirausahawan difabel agar lebih adaptif di tengah pasar yang dinamis. Upaya ini difokuskan pada peningkatan kualitas produk serta daya saing di tengah tantangan ekonomi modern. Dengan pendekatan yang inklusif, kolaborasi lintas sektor yang melibatkan PT PLN (Persero), PLN MCTN, Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Yayasan Insan Berguna Nusantara (IBNU) ini membuktikan bahwa sinergi adalah kunci utama dalam mendukung pemberdayaan masyarakat rentan agar mampu tumbuh mandiri serta memiliki akses yang setara untuk meningkatkan taraf hidup dan kemandirian finansial.
Assistant Manajer Perencana Pengadaan PLN MCTN, Azhar Fuadi, selaku perwakilan PLN MCTN menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk menciptakan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Ini merupakan wujud tanggung jawab kami sebagai perusahaan kepada masyarakat untuk bisa memberikan manfaat dan tentunya membangun perekonomian serta kemandirian juga," ujar Azhar.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan IBNU, Fenty Widya, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan berkelanjutan yang diberikan oleh PLN MCTN.
“Kami tak henti mengucapkan terimakasih kepada PLN MCTN dan juga PT PLN (Persero) atas dukungan berkelanjutan yang diberikan kepada kami pelaku UMK disabilitas. Ini merupakan hal yang sangat berharga bagi kami, sehingga kami mampu bersaing dan juga lebih mandiri. Kami berharap, kolaborasi dan sinergi ini tidak berhenti dan bisa terus berkelanjutan di masa depan,” ujar Fenty.
Sinergi yang terjalin dalam program ini menjadi bukti nyata dukungan perusahaan terhadap pembangunan inklusif serta komitmen dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) pilar ke-8, yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Ke depannya, diharapkan kegiatan ini dapat terus menjadi wadah pemberdayaan difabel yang efektif, sehingga tercipta kemandirian ekonomi yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.
Editor :Tim Sigapnews