Menenun Secercah Harapan di Tengah Keterbatasan, Kolaborasi PLN MCTN dan Kartini Masa Kini Wujudkan Kemandirian Ekonomi Difabel
PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara (PLN MCTN) hadir membawa harapan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Sigapnews.co.id - Di teras rumah yang nyaman, Fenty Widya, Ketua Yayasan Insan Berguna Nusantara (IBNU) membagikan cerita dengan penuh rasa syukur dan bahagia. Semilir angin yang berhembus seolah menjadi saksi bisu saat senyumnya terpancar menceritakan babak baru rekan-rekan disabilitas yang berada di bawah asuhan yayasannya.
Sosok “Kartini” bagi komunitas difabel ini mengenang bagaimana Perjuangan membangun kemandirian ekonomi dan kepercayaan diri dari rekan-rekannya yang awalnya terasa seperti jalan yang terjal. Namun, senyumnya kian merekah saat ia menceritakan transformasi yang terjadi sejak PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara (PLN MCTN) hadir membawa harapan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Bagi yayasan IBNU, kehadiran PLN MCTN adalah jawaban atas kebuntuan yang selama ini menghimpit langkah teman-teman pelaku disabilitas. Di saat semangat berkarya sedang tinggi, mereka kerap terbentur tembok tebal bernama legalitas dan keterbatasan akses promosi. Kehadiran program TJSL ini bukan sekadar bantuan formalitas, melainkan sebuah uluran tangan yang hadir tepat di titik nadir perjuangan mereka.

"Bantuan ini sangat berbeda karena tidak hanya seremoni sesaat. Kami merasakan manfaatnya secara menyeluruh, mulai dari pemberdayaan, pengelolaan keuangan, hingga strategi promosi. Bahkan, kami dibantu hingga urusan legalitas usaha," ungkap Fenty dengan nada yang mantap.
Baginya, pendampingan komprehensif dari PLN MCTN telah mengubah pola pikir para anggota Yayasan IBNU dari sekadar “bertahan hidup” menjadi “profesional dalam berusaha.”
Lebih jauh, Fenty mengungkapkan prinsipnya yang tidak ingin kaum difabel hanya dikasihani. Melalui kolaborasi ini, ia ingin membuktikan bahwa teman-teman disabilitas mampu menunjukkan kualitas diri jika diberikan ruang dan kesempatan. Ia juga berharap, kaum disabilitas tidak lagi dipandang sebagai objek penerima manfaat bantuan, namun sebagai subjek atau aktor utama yang ikut menggerakkan roda ekonomi nasional.

Komitmen PLN MCTN dalam memberikan pembekalan wirausaha kepada pelaku UMK yang tergabung dalam Yayasan Ibnu membuahkan satu kata yang merangkum seluruh perjuangan mereka, “BERDAYA”. Kata ini bukan sekedar slogan, melainkan realitas baru dimana kemandirian bukan lagi sekedar mimpi, namun merupakan pencapaian yang mereka dapatkan.
Menutup perbincangan, Fenty menitipkan pesan kepada rekan disabilitas di luar sana untuk terus memotivasi diri dan tetap semangat serta tidak menyerah. Dalam semangat Kartini, Fenty juga mengajak seluruh perempuan, khususnya pejuang inklusi, untuk terus melangkah maju tanpa ragu, melalui pesan singkat sarat makna, “Berjalanlah, walaupun pelan. Dan jangan pernah berhenti,” tutup Fenty.
Editor :Tim Sigapnews