Menyulap Limbah Menjadi Berkah: Jejak Revolusi Hijau dari Pinggiran Bengkalis
Bank Sampah Pematang Pudu juga turut aktif dalam memberikan edukasi kepada ibu rumah tangga akan pentingnya pemilahan sampah plastik dan sampah rumah tangga guna keberlangsungan lingkungan.
Sigapnews.co.id | Bengkalis, 26 Maret 2026 - Tumpukan sampah plastik bukan menjadi pemandangan yang asing bagi sebagian masyarakat. Sampai dengan saat ini, masih banyak masyarakat yang bingung bagaimana mengelola sampah plastik yang dihasilkan oleh rumah tangga, mulai dari cara membuang hingga minimnya edukasi terhadap pemanfaatan sampah untuk diolah menjadi barang yang berguna.
Berangkat dari kondisi ini, Lambas Hutabarat, seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Pematang Pudu pada tahun 2015 lalu menjadi tergerak untuk memulai gerakan kecil bersama para pemuda melalui komunitas dengan tujuan revolusioner untuk mengubah sampah menjadi sumber daya, yang kemudian gerakan ini secara resmi menjadi Bank Sampah Induk Pematang Pudu.

Kehadiran Bank Sampah ini bertujuan mengedukasi masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga secara tepat. Sampah yang disetorkan warga tidak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir, melainkan dikonversi menjadi saldo tabungan yang dapat membantu ekonomi keluarga.
“Kami tidak ingin masyarakat hanya melihat sampah sebagai sisa yang tak berguna. Melalui bank sampah ini, kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa ternyata bisa _kok_ sampah ini menjadi nilai ekonomi dan menyadarkan masyarakat pentingnya memilah sampah demi keberlangsungan lingkungan di masa depan,” ujar Lambas.
Seiring berjalannya waktu, Bank Sampah Pematang Pudu mulai mengadopsi teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi, seperti mesin pencacah dan mesin press sampah.

Transformasi ini mendapatkan dukungan penuh dari PLN MCTN melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bantuan alat produksi dari perusahaan menjadi motor penggerak bagi pahlawan lokal (local hero) seperti Lambas untuk memperluas dampak positifnya.
“Inisiatif ini merupakan bagian dari pilar ESG (Environmental, Social, and Governance) PLN MCTN, serta wujud implementasi SDGs (Sustainable Development Goals) tujuan 12 yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab,” ungkap Junaidi Abdi, Direktur Utama PLN MCTN.
Keberhasilan Bank Sampah Induk Pematang Pudu ini membuktikan bahwa sinergi antara tekad masyarakat yang disertai dengan dukungan korporasi yang tepat sasaran, mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh warga Kecamatan Pematang Pudu, Bengkalis.
Narahubung :
Herlina Wulan Sari
Sekretariat@mctn.co.id
PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara (PLN MCTN) merupakan anak perusahaan dari PT PLN (Persero) denngan fokus pada penyediaan layanan Power Quality, Fasilitas Ekstra dan Uap untuk Industri di Indonesia. Dengan visi menjadi perusahaan yang handal dalam proses penyediaan sumber energi dan pelayanan jasa bagi pelanggan serta unggul dalam penerapan persyaratan keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan (K3L).
Editor :Tim Sigapnews