PT NWR, Polres dan Warga Langgam Perkuat Cegah Karhutla dan Lindungi Satwa
PT NWR dan PT NSR bersama Polres Pelalawan, Pemerintah Kecamatan Langgam, MPA, serta pelajar SMAN 1 Langgam memperkuat sinergi pencegahan karhutla sekaligus mengedukasi masyarakat tentang perlindungan satwa liar.
PELALAWAN – PT NWR dan PT NSR bersama Polres Pelalawan, Pemerintah Kecamatan Langgam, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta pelajar SMAN 1 Langgam memperkuat sinergi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus mengedukasi masyarakat tentang perlindungan satwa liar di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Jumat (24/7/2026).
Kolaborasi lintas sektor tersebut digelar sebagai langkah menghadapi meningkatnya potensi karhutla pada musim kemarau, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga ekosistem hutan yang menjadi habitat satwa dilindungi, termasuk Gajah Sumatra.
Camat Langgam Maskandar, S.Pt., mengatakan upaya mencegah karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, pemerintah, perusahaan, aparat keamanan, dan masyarakat harus bergerak bersama agar kebakaran tidak kembali menimbulkan kerugian besar.
"Jika sudah terjadi kebakaran, dampaknya dirasakan oleh semua pihak. Mulai dari aktivitas sekolah yang terpaksa diliburkan hingga kegiatan ekonomi masyarakat yang terganggu. Inilah yang harus kita cegah bersama," ujar Maskandar.
Perwakilan Manajemen PT NWR, Cahyo S., menegaskan perusahaan terus mengedepankan perlindungan lingkungan sebagai bagian dari komitmen operasional. Selain menjaga kawasan hutan, perusahaan juga aktif mendukung upaya pelestarian satwa liar yang dilindungi.
Sementara itu, Penanggung Jawab Karhutla PT NWR, Hendra Setiabudi, mengingatkan bahwa periode Juli hingga Oktober 2026 diperkirakan memasuki musim kering yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, keberadaan Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa binaan menjadi garda terdepan dalam mendeteksi titik api sejak dini.
"Kolaborasi semua pihak mulai dari masyarakat yang tergabung dalam MPA hingga unsur TNI dan Polri sangat penting untuk mencegah timbulnya titik api," katanya.
Hendra menjelaskan PT NWR telah menyiapkan berbagai sarana penanggulangan karhutla, mulai dari personel terlatih, kendaraan operasional, peralatan pemadam, embung air, hingga menara pemantau yang dilengkapi CCTV untuk mendeteksi asap secara real-time.
Dari sisi penegakan hukum, Kanit Tipidter Satreskrim Polres Pelalawan Iptu Asbon Mairizal, S.Psi., M.H., menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai perlindungan satwa liar. Menurutnya, Kecamatan Langgam, khususnya Desa Segati dan Desa Pangkalan Gondai, merupakan jalur lintasan alami Gajah Sumatra yang harus dijaga bersama.
"Kecamatan Langgam, khususnya Desa Segati dan Pangkalan Gondai, merupakan rute perlintasan alami Gajah Sumatra. Satwa ini memiliki sifat alami yang tidak pernah mengubah rute perlintasannya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memberikan edukasi mengenai larangan perburuan satwa yang dilindungi," tegas Iptu Asbon.
Ia menambahkan, Polres Pelalawan akan terus menindak tegas berbagai kejahatan lingkungan, mulai dari perburuan satwa dilindungi, pembalakan liar, hingga aktivitas pertambangan ilegal. Melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan ancaman karhutla dapat ditekan sekaligus menjaga kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati di Kabupaten Pelalawan.
Editor :Tim Sigapnews