Prof Iwantono Usung “UNRI Berdampak Nyata”,
Siap Genjot Pendapatan Kampus dari RS dan Lahan Agrinas
Prof. Iwantono menyerahkan berkas kelengkapan pendaftaran Calon Rektor UNRI kepada Ketua Panitia Pemilihan Rektor UNRI Dr. M. Rasuli, Senin (11/5/2026)
Pekanbaru, sigapnews.co.id -Universitas Riau kembali diramaikan dinamika pemilihan calon rektor periode 2026-2030. Salah satu kandidat, Prof Iwantono, menegaskan komitmennya membawa perubahan melalui visi “UNRI Berdampak Nyata” dengan fokus pada penguatan pendapatan kampus dari pengelolaan rumah sakit pendidikan dan aset lahan Agrinas, Senin (11/5/2026)
Menurut Profesor Iwantono bidang Fisika tersebut, keberadaan UNRI harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas dan tidak hanya menjadi institusi akademik semata.
“Visi kami jelas, UNRI harus berdampak nyata. Masyarakat Riau harus merasakan kehadiran UNRI. Kami ingin perubahan signifikan menuju lebih baik. Kita punya SDM luar biasa, cukup untuk membawa UNRI ke level yang lebih tinggi. Butuh strong leader,” ujar Prof Iwantono.
Dalam pemaparannya, Iwantono menilai tantangan utama perguruan tinggi negeri saat ini adalah keterbatasan anggaran. Karena itu, ia menekankan pentingnya langkah strategis untuk meningkatkan income generate kampus agar tidak terus bergantung pada Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa.
Ia menyoroti potensi besar Rumah Sakit UNRI sebagai sumber pendapatan universitas. Menurutnya, rumah sakit pendidikan harus mampu menjadi pusat layanan kesehatan sekaligus penghasil pemasukan yang signifikan bagi kampus.
“Rumah Sakit UNRI harus bisa menghasilkan. Jangan malu. Lihat Unand, income dari rumah sakit pendidikan lebih dari Rp100 miliar setiap tahun. Lihat USU. Mereka lahir di tahun yang sama dengan RS UNRI, tapi income-nya jauh lebih besar,” tegasnya.
Selain rumah sakit, Prof Iwantono juga menargetkan pengelolaan lahan Agrinas sebagai sumber pendapatan baru. Ia mengaku telah menyiapkan langkah untuk mengusulkan pengelolaan lahan tersebut kepada pemerintah pusat demi pengembangan universitas.
“Kami mencoba minta ke pemerintah pusat agar lahan Agrinas bisa dikelola UNRI. Asalkan kita serius dan memiliki perencanaan matang, saya yakin pemerintah pusat akan memberikan kepercayaan itu,” katanya.
Mantan Ketua Forum Wakil Rektor III Nasional periode 2021 itu menilai UNRI memiliki sumber daya manusia yang kuat, mulai dari profesor, doktor hingga peneliti berpengalaman. Namun, menurutnya, kampus membutuhkan kepemimpinan yang berani mengambil langkah konkret.
“UNRI harus berani seperti USU dan Unand. Kalau mereka bisa menghasilkan lebih dari Rp100 miliar dari rumah sakit, kenapa kita tidak? Asal ada kemauan dan perencanaan matang, semua bisa,” tutupnya.
Editor :Rahman