DPM UNRI Gelar Summit Event dan Training Legislatif II, Kupas Isu Energi dan Lingkungan

Para mahasiswa UNRI mengikuti pembukaan Summit Event & Training Legislatif II 2025
PEKANBARU - Sekitar 70 mahasiswa Universitas Riau (UNRI) memenuhi Gedung Senangin, Fakultas Perikanan, Jalan H.R. Soebrantas, Kamis (28/8/2025) pagi.
Para mahasiswa UNRI mengikuti pembukaan Summit Event & Training Legislatif II 2025 yang mengusung tema “Membangun Karakter Legislatif Muda Berintegritas dalam Menangani Isu Pendidikan, Energi, dan Lingkungan”.
Acara resmi dimulai pukul 09.30 WIB dengan pemukulan gong oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNRI, Prof. Dr. Hermandra, M.A. didampingi Ketua DPM UNRI, Rosdiansyah. Pembukaan berlangsung khidmat dengan doa bersama dan sambutan para pimpinan kampus.
“Training legislatif ini adalah kelanjutan dari pengkaderan kepemimpinan. Dengan banyaknya sumber daya alam dan manusia di Riau, kita membutuhkan pemimpin muda yang mampu mengelolanya agar masyarakat sejahtera,” tegas Prof. Hermandra.
Ketua Panitia, M. Aditya, menekankan pentingnya kaderisasi mahasiswa.
“Pengkaderan kepemimpinan harus terus dilaksanakan guna meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi tantangan bangsa,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua DPM UNRI, Rosdiansyah, yang berharap kegiatan ini dapat melahirkan pemimpin kampus berdaya saing.
“Kami berharap kegiatan ini benar-benar bermanfaat bagi mahasiswa Riau, sekaligus membuka ruang aktualisasi di forum nasional,” katanya.
Selepas pembukaan, acara dilanjutkan dengan Seminar Energi Nasional yang diikuti sekitar 50 peserta.
Tiga narasumber hadir, yakni Zulkifli (Staf ESDM Riau), Muhammad Rochaddy (Koordinator SKK Migas Sumbagut), dan Yoyok S. Purwanto (Area Manager EMP Bentu).
Zulkifli menyoroti ketergantungan energi fosil.
“Tantangan terbesar kita adalah menemukan energi baru. Pemerintah kini mendorong pengembangan biogas dan biodiesel,” jelasnya.
Sementara Rochaddy menekankan kebutuhan eksplorasi cadangan energi.
"Energi fosil terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Karena itu, kami gencar melakukan eksplorasi untuk menambah cadangan minyak,” ungkapnya.
Yoyok menambahkan arah transisi energi menuju masa depan.
“Gas saat ini menjadi energi transisi paling realistis. Namun tantangan utamanya ada pada pendanaan. Pada 2045, kita sudah menyiapkan langkah menuju energi nuklir,” ujarnya.
Agenda Summit Event & Training Legislatif II ini berlangsung selama 4 hari, 28–31 Agustus 2025. Selain pembukaan di kampus UNRI, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Training Legislatif II di BPMP Provinsi Riau dan ditutup dengan field trip ke Kabupaten Siak.
Isu lingkungan menjadi perhatian penting dalam pelatihan ini. Diskusi menyinggung konsep Green Policing dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan, deforestasi, hingga krisis lingkungan.
Pendekatan ini mendorong mahasiswa, aktivis, dan masyarakat untuk terlibat bersama aparat dalam menjaga keberlanjutan alam.
Dengan semangat itu, kegiatan ini diharapkan tak hanya mencetak legislator muda berintegritas, tetapi juga agen perubahan yang peduli pada energi bersih dan kelestarian lingkungan di Riau.
Editor :Tim Sigapnews