Seminar LDII Mimika Bahas Menopause, Genetik hingga Gaya Hidup Sehat
DPD LDII Kabupaten Mimika bersama Poltekkes Kemenkes Jayapura Program Studi D.III Keperawatan Mimika menggelar seminar kesehatan bertajuk Harmony for Happy & Healthy Aging.
TIMIKA — DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Mimika bersama Poltekkes Kemenkes Jayapura Program Studi D.III Keperawatan Mimika menggelar seminar kesehatan bertajuk Harmony for Happy & Healthy Aging di Gedung Serbaguna DKM Miftahul Huda, Distrik Wania, Timika, Papua Tengah, Minggu (4/10/2026). Seminar tersebut mengajak masyarakat mempersiapkan masa tua dengan menjaga kesehatan sejak dini.
Kegiatan diawali pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta. Agenda kemudian dilanjutkan pembukaan yang dipandu Ketua Bagian Pemberdayaan Wanita LDII Mimika, Hj. Nurfuadah, S.Pd., M.Pd., pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadzah Firda, serta sambutan Ketua DPD LDII Mimika La Ode Muh. Norris Ashara, S.S.
Materi utama disampaikan Ns. Lenny Nurhandayani, M.Kep. Ia menjelaskan penuaan merupakan proses alami yang perlu dihadapi dengan kesiapan fisik dan mental.
Lenny juga membahas keterkaitan faktor genetik dan hormon terhadap kondisi tubuh. Menurutnya, keduanya merupakan hal berbeda, tetapi faktor genetik dapat memengaruhi produksi maupun respons tubuh terhadap hormon.
“Genetik dapat memengaruhi produksi dan kerja hormon. Jadi, hormon dan genetik memang berbeda, tetapi keduanya dapat saling berkaitan dalam memengaruhi kondisi tubuh seseorang,” jelas Lenny.
Ia mencontohkan risiko Premature Ovarian Insufficiency (POI) atau menopause dini yang dapat berkaitan dengan faktor keluarga. Namun, pola hidup sehat tetap berperan dalam menjaga kondisi tubuh. Ia menyebut paparan rokok, alkohol, dan bahan kimia sebagai faktor yang perlu dihindari.
Lenny juga mendorong masyarakat menjaga pola makan, berpikir positif, tidur sekitar 7-8 jam per hari, serta melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan, seperti latihan beban, yoga, atau jalan cepat.
Sementara itu, Norris mengatakan edukasi kesehatan perempuan juga berdampak pada ketahanan keluarga. Ia menilai keluarga perlu memahami fase menopause agar perempuan memperoleh dukungan yang tepat.
“Menopause merupakan bagian dari perjalanan kehidupan seorang perempuan. Yang penting adalah bagaimana fase tersebut dipahami dengan informasi yang benar, bukan berdasarkan mitos atau informasi yang belum jelas,” kata Norris.
Ia berharap peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan ketika menghadapi persoalan kesehatan.
“Kami ingin masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup, sehingga dapat menjalani masa tua dengan lebih sehat, siap, dan bahagia. Dukungan keluarga juga sangat penting dalam proses tersebut,” ujarnya.
Seminar tersebut diikuti peserta dari berbagai kalangan dan ditutup dengan pesan agar pemeriksaan kesehatan serta kebiasaan hidup sehat dilakukan secara berkelanjutan.
Editor :Tim Sigapnews