Proyek Data Center AI Singapura Dihentikan Sementara di Jawa Barat
PURWAKARTA, JAWA BARAT – Pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) milik perusahaan Singapura BDx Data Centers dihentikan sementara oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena sejumlah perizinan belum rampung, hanya sekitar sepekan setelah proyek tersebut melakukan peletakan batu pertama.
Proyek CGK4 di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, memiliki kapasitas hingga 640 megawatt (MW) dan diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur data center AI berskala besar di Indonesia. BDx memulai pembangunan pada 22 September 2026.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memerintahkan penghentian sementara pembangunan sampai izin yang diperlukan selesai dan proses analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) dituntaskan.
“Proyek ini dihentikan bukan karena melanggar aturan lingkungan. Dihentikan karena izinnya belum terbit,” kata Dedi dalam pernyataan yang dikutip Reuters.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat Adi Komar mengatakan pemerintah provinsi tetap mendukung investasi tersebut. Namun, skala proyek membuat pemenuhan aturan lingkungan dan pembangunan harus diperiksa secara menyeluruh. Kewenangan penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan proses perizinan lingkungan berada pada Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
Data Center AI dan Persoalan Air
Lokasi CGK4 berada sekitar 5 kilometer dari Waduk Jatiluhur, salah satu sumber air penting di kawasan tersebut. Rencana pembangunan ini juga mendapat perhatian terkait penggunaan air, terutama karena pusat data membutuhkan air untuk sistem pendinginan dan beroperasi dengan kebutuhan listrik yang sangat besar.
BDx mengatakan proyek tersebut telah memperoleh komitmen pasokan listrik 845 MVA dari PLN. Kampus AI itu direncanakan memiliki enam bangunan dan dikembangkan secara bertahap selama sekitar tiga tahun. Fasilitas pertama berkapasitas 120 MW ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027.
Persoalan ini mencerminkan tantangan yang mulai muncul di berbagai negara: bagaimana memenuhi kebutuhan infrastruktur AI tanpa menambah tekanan terhadap listrik, air, lahan dan masyarakat sekitar.
Reuters melaporkan data center diperkirakan membutuhkan konsumsi listrik dan air yang jauh lebih besar hingga 2030 seiring meningkatnya permintaan komputasi AI. Fenomena serupa juga memicu pembatasan atau peninjauan proyek data center di sejumlah wilayah Asia Tenggara.
Indonesia Mengejar Infrastruktur AI
Penghentian sementara CGK4 terjadi ketika Indonesia sedang berusaha memperbesar kapasitas infrastruktur digital untuk mengejar pertumbuhan komputasi AI dan layanan cloud.
Menurut data Research and Markets yang dikutip Reuters, pasar data center Indonesia bernilai sekitar US$2,81 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai US$6,08 miliar pada 2031.
Bagi Indonesia, kasus Jatiluhur memperlihatkan bahwa perlombaan membangun infrastruktur AI tidak hanya soal kapasitas komputasi. Ketersediaan air, listrik, lingkungan dan kepatuhan perizinan menjadi bagian dari perhitungan yang sama.
Untuk saat ini, pembangunan CGK4 menunggu penyelesaian persyaratan tersebut sebelum dapat kembali dilanjutkan.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Reuters, The Jakarta Post, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, BDx Data Centers, Bisnis.com.