Polda Riau Bongkar 3.572 Kasus, Narkoba 1,2 Ton Disita Selama Dua Tahun terakhir
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Putu Yudha Prawira
PEKANBARU – Kinerja pemberantasan narkotika yang dilakukan Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau dalam dua tahun terakhir kembali mencatat capaian besar. Hingga awal Mei 2026, aparat berhasil mengungkap 3.572 kasus narkoba, menangkap 5.114 tersangka, dan menyita barang bukti lebih dari 1,2 ton narkotika di berbagai wilayah hukum Provinsi Riau.
Data tersebut disampaikan langsung Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Putu Yudha Prawira, Selasa (5/5/2026), di Pekanbaru.
Dalam pemaparannya, Kombes Putu menjelaskan, sepanjang tahun 2025, pihaknya berhasil mengungkap 2.506 laporan polisi terkait tindak pidana narkotika dengan total 3.643 tersangka yang berhasil diamankan.
Tak hanya itu, aparat juga menyita barang bukti dalam jumlah fantastis, yakni sekitar 1,02 ton berbagai jenis narkotika.
“Jumlah barang bukti sebanyak 1,02 ton itu meliputi sabu, ganja, ekstasi, Happy Five, heroin, ketamin, Happy Water, hingga etomidate,” ujar Kombes Putu Yudha Prawira kepada wartawan.
Memasuki tahun 2026, tren pengungkapan masih terus menunjukkan hasil signifikan. Terhitung sejak Januari hingga April 2026, Ditresnarkoba Polda Riau telah mengungkap 1.066 laporan polisi dengan total 1.471 tersangka.
Dari pengungkapan selama empat bulan tersebut, polisi kembali menyita barang bukti narkotika sebanyak 213.595,3 gram atau sekitar 213,5 kilogram.
“Jumlah tersangka sebanyak 1.471 orang. Ini merupakan hasil pengungkapan sejak Januari hingga April 2026, dan operasi masih terus berjalan,” tegasnya.
Jenis narkotika yang berhasil diamankan tahun ini meliputi sabu, ganja, ekstasi, Happy Five, heroin, ketamin, etomidate, hingga alprazolam.
Menurut Putu, tingginya angka pengungkapan membuktikan bahwa jaringan narkoba masih menjadikan Riau sebagai salah satu jalur strategis peredaran barang haram, terutama karena posisi geografis yang berbatasan dengan negara tetangga.
Polda Riau memastikan perang terhadap narkoba tidak akan berhenti. Penguatan intelijen, patroli perbatasan, hingga operasi gabungan lintas wilayah terus digencarkan untuk menutup ruang gerak bandar maupun sindikat internasional.
“Tidak ada ruang bagi pelaku narkoba di Riau. Kami akan kejar sampai tuntas,” tandasnya.
Editor :Tim Sigapnews