Transformasi Digital Kampus: UIN Suska Riau Perkenalkan Ijazah Elektronik Berbasis Barcode
Rapat Kerja UIN Suska Riau tahun 2026 bersempena dengan Penerapan Ijazah Elektronik dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), Kamis (30/4/2026)
Pekanbaru, sigapnews.co.id. – Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau meluncurkan inovasi ijazah elektronik dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) dalam Rapat Kerja Tahun 2026 yang digelar di Aula Rektorat lantai 5, Kamis (30/4/2026).
Program ini menjadi langkah strategis kampus dalam memperkuat transformasi digital sekaligus meningkatkan layanan akademik.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menandai komitmen UIN Suska Riau dalam menghadirkan sistem administrasi modern yang efisien dan aman. Penerapan ijazah elektronik diproyeksikan mampu menghemat anggaran hingga Rp1,6 miliar per tahun, serta mengatasi persoalan kehilangan ijazah fisik yang selama ini kerap terjadi di kalangan alumni.
Rektor Leny Nofianti menegaskan bahwa inovasi tersebut lahir dari kreativitas internal kampus.
“Ijazah elektronik ini murni hasil karya tim IT kami sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa,” ujarnya.
Dukungan terhadap program ini juga disampaikan perwakilan Direktur Jenderal Kementerian Agama RI, H. Kastolan. Ia menilai langkah tersebut sebagai terobosan penting, namun harus dibarengi sistem keamanan yang kuat.
“Ini gagasan yang sangat bagus, namun harus dilengkapi pengamanan agar tidak dapat dipalsukan. Penggunaan barcode yang terhubung langsung ke server menjadi solusi untuk memastikan keaslian ijazah dan SKPI,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Riau, Purnama Irwansyah, menyoroti pentingnya sinergi pusat dan daerah. Ia menyebut Riau sebagai daerah dengan kontribusi besar terhadap nasional, namun alokasi APBN tahun ini hanya sekitar Rp8 triliun.
“Untuk mencapai Indonesia Emas, visi pusat dan daerah harus selaras, berorientasi pada kemajuan dan keberlanjutan,” tutupnya.
Editor :Rahman