Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla Riau
Pangdam XIX/TT Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo mengikuti rapat koordinasi penanggulangan karhutla bersama BNPB melalui video conference.
PEKANBARU – Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo mengikuti rapat koordinasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui video conference di Ruang Kenanga, Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Selasa (15/9/2026).
Rapat yang dimulai pukul 09.00 WIB itu membahas perkembangan karhutla sekaligus mematangkan kesiapan pemerintah dan aparat menghadapi potensi kebakaran di sejumlah wilayah Riau.
Agus Hadi Waluyo hadir bersama Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Kajati Riau I Dewa Gede Wirajana, S.H., M.H., Kepala BPBD Riau M. Edy Afrizal, S.E., M.H., serta unsur Forkopimda dan instansi terkait.
Pembahasan tidak hanya berkutat pada pemantauan titik api. Forum tersebut juga mengevaluasi langkah pencegahan dan pemadaman, kesiapan personel, serta dukungan sarana dan prasarana yang dibutuhkan ketika kebakaran muncul.
Koordinasi lintas sektor menjadi salah satu perhatian utama. Setiap temuan kebakaran maupun indikasi asap di wilayah rawan harus segera direspons agar api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama Polri, pemerintah daerah, BPBD dan instansi terkait terus memperkuat pemantauan kawasan rawan. Kesiapan tersebut menjadi penting karena sebagian wilayah Riau memiliki karakteristik lahan gambut yang rentan terbakar dan sulit dipadamkan apabila api sudah meluas.
Deteksi dini dan kecepatan pengerahan personel pun menjadi bagian penting dalam strategi penanganan. Langkah tersebut diarahkan untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat, lingkungan hingga aktivitas ekonomi.
Rakor bersama BNPB ini sekaligus mempertegas pola penanganan karhutla yang membutuhkan keterhubungan antara kebijakan pusat dan tindakan cepat di daerah.
Bagi Riau, pencegahan menjadi pertaruhan sebelum titik api berubah menjadi bencana. Respons cepat, koordinasi lintas instansi dan kesiapan personel menjadi kunci untuk menahan karhutla sejak awal.
Editor :Tim Sigapnews