Peserta Difabel Tuna Rungu Tunjukkan Kemampuan Menulis Berita di Dinsos Riau
Nanda, aparatur sipil negara (ASN) dari Bidang Pemberdayaan Sosial (Dayasos), menunjukkan kemampuan memahami materi dan menyusun berita sesuai kaidah jurnalistik.
PEKANBARU – Semangat belajar seorang peserta penyandang disabilitas tuna rungu menjadi sorotan dalam Pelatihan Jurnalistik Dasar yang digelar Dinas Sosial Provinsi Riau di Kantor Dinas Sosial Provinsi Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Rabu (17/6/2026).
Di tengah puluhan peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, Nanda, aparatur sipil negara (ASN) dari Bidang Pemberdayaan Sosial (Dayasos), menunjukkan kemampuan memahami materi dan menyusun berita sesuai kaidah jurnalistik.
Pelatihan yang diikuti pegawai Dinas Sosial serta perwakilan lima Unit Pelaksana Teknis (UPT) itu bertujuan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam menyusun dan mempublikasikan informasi kegiatan pemerintahan secara akurat, cepat, dan mudah dipahami masyarakat.
Sejak sesi awal berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi. Namun perhatian peserta dan narasumber tertuju pada Nanda yang aktif mengikuti setiap tahapan pelatihan meski memiliki keterbatasan pendengaran. Dengan tekad dan konsentrasi tinggi, ia mampu menyerap materi yang diberikan hingga praktik penulisan berita.
Narasumber pelatihan, Yefrizal, Wartawan Utama, anggota PWI Riau sekaligus CEO Sigapnews.co.id, mengapresiasi semangat yang ditunjukkan peserta difabel tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi peserta penyandang difabel tuna rungu yang tetap semangat mengikuti pelatihan. Bahkan ia mampu membuat berita sesuai arahan dan menerapkan unsur 5W+1H dengan baik,” ujar Yefrizal.
Dalam pemaparannya, Yefrizal menegaskan bahwa kemampuan menulis berita bukan hanya soal merangkai kata, tetapi juga memahami prinsip dasar jurnalistik dan etika profesi.
“Wartawan maupun penulis berita harus memahami Kode Etik Jurnalistik dan mampu menyusun berita yang memenuhi unsur 5W+1H, yakni apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana. Dengan begitu informasi yang disampaikan menjadi utuh dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Selain teori, peserta juga mendapat kesempatan mempraktikkan langsung teknik penulisan berita berdasarkan kegiatan yang mereka laksanakan di unit kerja masing-masing. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan diskusi dan sesi evaluasi hasil tulisan peserta.
Melalui pelatihan ini, Dinas Sosial Provinsi Riau berharap kemampuan publikasi pegawai semakin meningkat sehingga berbagai program dan layanan sosial dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat.
Kehadiran peserta difabel yang mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan juga menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi dalam penyebaran informasi publik.
Editor :Tim Sigapnews