Persiapan TKA 2026, Bimbel Matematika Jadi Pilihan Siswa
JAKARTA – Persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 membuat bimbingan belajar Matematika kembali menjadi pilihan sejumlah siswa Indonesia, terutama menjelang pelaksanaan TKA jenjang SMA/SMK yang dijadwalkan pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Matematika menjadi salah satu mata pelajaran wajib yang diujikan dalam asesmen nasional tersebut.
TKA bukan sekadar menguji kemampuan siswa menghafal rumus. Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen menjelaskan bahwa TKA Matematika mengukur kemampuan memahami konsep, menerapkan pengetahuan, bernalar, dan menyelesaikan masalah (problem solving).
Untuk jenjang SMA, materi Matematika mencakup bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, data dan peluang, serta trigonometri. Soal juga dirancang agar kemampuan matematika dapat digunakan dalam konteks persoalan kehidupan sehari-hari.
Kondisi tersebut membuat pola belajar siswa ikut berubah. Latihan soal tidak lagi hanya berfokus pada kecepatan menghitung, tetapi juga pada kemampuan memahami informasi dalam soal, menentukan strategi penyelesaian, serta menjelaskan alasan di balik sebuah jawaban.
Bimbingan belajar kemudian menjadi salah satu alternatif yang digunakan siswa untuk mendapatkan latihan lebih terarah. Sejumlah platform pendidikan, misalnya, menawarkan program khusus TKA yang menggabungkan materi pembelajaran, latihan soal, simulasi, dan evaluasi kemampuan siswa. Salah satunya adalah Ruangguru melalui program persiapan TKA untuk jenjang SD, SMP dan SMA.
Namun, mengikuti bimbingan belajar bukan satu-satunya cara mempersiapkan TKA. Pemerintah juga menyediakan informasi mengenai materi dan kerangka asesmen melalui Pusat Asesmen Pendidikan. Untuk Matematika, siswa dapat mempelajari cakupan materi resmi sekaligus memahami kompetensi yang akan diukur.
Bagi siswa SMA/SMK, persiapan menjadi semakin penting karena TKA 2026 dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober hingga awal November. Pendaftaran peserta sendiri telah dibuka sejak 27 Juli hingga 27 September 2026.
Sementara itu, pengalaman pelaksanaan TKA SD dan SMP menunjukkan tingginya perhatian terhadap asesmen tersebut. Kemendikdasmen mencatat tingkat partisipasi nasional pada jadwal utama mencapai 98,12 persen.
Bagi siswa, persiapan Matematika pada akhirnya bukan hanya soal mengejar nilai. Kemampuan yang diukur TKA mencakup pemahaman konsep, penalaran dan pemecahan masalah—kompetensi yang juga dibutuhkan dalam proses belajar pada jenjang pendidikan berikutnya.
Karena itu, baik melalui bimbingan belajar, latihan mandiri maupun pembelajaran di sekolah, strategi utama tetap sama: memahami konsep, rutin mengerjakan soal, mengevaluasi kesalahan, dan membangun kemampuan bernalar secara bertahap.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Pusat Asesmen Pendidikan, Ruangguru