Pekanbaru
Viral SD Berdinding Triplek di Kampar, Pemkab Baru Tahu Usai Video Beredar
Gambar yang beredar di media sosial
PEKANBARU - Video yang memperlihatkan kondisi sebuah sekolah dasar (SD) berdinding triplek dan beratap seng di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, viral di media sosial. Kondisi bangunan yang memprihatinkan itu langsung mendapat perhatian pemerintah daerah.
Video tersebut dibuat oleh salah seorang guru, Romawati. Ia menjelaskan, sekolah yang ditampilkan dalam video merupakan kelas jarak jauh dari SD Negeri 007 Desa Sungai Agung, Kecamatan Tapung.
Bangunan sekolah hanya terdiri dari tiga ruangan dengan dinding triplek dan atap seng. Kondisinya disebut sudah dalam keadaan darurat.
Lebih memprihatinkan lagi, proses belajar mengajar di sekolah tersebut hanya ditangani dua orang guru untuk siswa kelas I hingga VI.
“Kelas satu sampai enam dibagi menjadi tiga kelas. Jadi satu ruangan satu orang guru pegang tiga kelas,” kata Romawati dalam video yang beredar di media sosial, Senin (21/9/2026).
Romawati mengatakan, video itu dibuat bukan untuk menyudutkan pemerintah, melainkan agar kondisi sekolah tersebut mendapat perhatian dan solusi.
Ia menyebut sekolah tersebut telah berdiri sejak 19 Juli 2004. Namun, selama sekitar 22 tahun, bangunan sekolah belum mendapat perhatian pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Kampar.
“Saya memohon kepada Bapak Kepala Daerah Kabupaten Kampar untuk membantu bangunan sekolah kami ini. Kami sangat berharap bantuan, karena bangunan sekolah kami sudah darurat,” ujarnya.
Menurut Romawati, meski dengan keterbatasan fasilitas, sekolah tersebut telah melahirkan banyak alumni yang melanjutkan pendidikan hingga menjadi sarjana.
Wakil Bupati Datangi Sekolah
Viralnya video tersebut kemudian mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten Kampar. Wakil Bupati Kampar, Misharti, turun langsung meninjau sekolah kelas jauh tersebut bersama Camat Tapung dan Camat Tapung Hulu.
Dalam pertemuan itu, Romawati menyampaikan bahwa dirinya tidak bermaksud menjelekkan pemerintah melalui video yang dibuatnya.
“Saya jadi enggak enak, seakan-akan saya menjelekkan pemerintah. Saya kan tidak menjelekkan pemerintah,” kata Romawati.
Misharti mengatakan pemerintah daerah akan berupaya mencari solusi terhadap persoalan tersebut. Ia mengaku baru mengetahui keberadaan sekolah kelas jauh itu setelah videonya viral.
Menurut Misharti, sekolah tersebut merupakan sekolah kelas jauh yang selama ini tidak tercatat dalam laporan sekolah induk secara langsung. Data yang dilaporkan kepada pemerintah disebut hanya terkait siswa di SD Negeri 007 sebagai sekolah induk.
“Sekolah ini kelas jauh, memang tidak dilaporkan ke pemerintah. Yang dilaporkan hanya anak-anak di SDN 007 induknya, sehingga pemerintah tidak tahu ada sekolah di sini dan dibutuhkan masyarakat di sini,” ujar Misharti.
Ia mengaku bersyukur video tersebut membuat keberadaan sekolah kelas jauh itu diketahui pemerintah.
“Saya pemerintah bersyukur juga, akhirnya pemerintah tahu ada sekolah ini. Kalau tidak ada publikasi, ya kita tidak tahu,” katanya.
Misharti memastikan persoalan tersebut akan dibawa ke pemerintah daerah untuk dibahas bersama Bupati Kampar.
“Saya akan laporkan kepada Bupati Kampar, nanti kita rapatkan dan didiskusikan. Jika nanti diambil keputusan, misalnya karena sekolah ini swadaya masyarakat, mungkin kita bisa bantu bangun dengan kondisi yang ada. Jadi, nanti tetap dilanjutkan sekolah di sini agar anak-anak bisa bersekolah. Kami support untuk pendidikan itu,” pungkasnya.
Editor :Helmi