Kerala India dan Indonesia Punya Destinasi Serupa, Ini 5 Kemiripannya
JAKARTA – Kerala, negara bagian di India bagian selatan, dikenal sebagai salah satu destinasi wisata tropis dengan perpaduan pantai, pegunungan hijau, perkebunan teh, hutan hujan, dan jaringan perairan yang menarik wisatawan internasional. Menariknya, sejumlah karakter wisata tersebut juga dapat ditemukan di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Bali dan Nusa Tenggara.
Kerala yang berada di antara Laut Arab dan Pegunungan Western Ghats memiliki bentang alam yang beragam. Pemerintah Kerala melalui Kerala Tourism menggambarkan wilayah tersebut sebagai kawasan yang memiliki pantai, kawasan perbukitan, hutan tropis, perkebunan, serta jaringan sungai dan danau yang saling terhubung.
Kemiripan geografis dan pengalaman wisata tersebut membuat Kerala dan Indonesia memiliki sejumlah destinasi yang dapat dibandingkan, meskipun masing-masing mempunyai keunikan tersendiri.
1. Alappuzha dan Tanjung Puting: Wisata Menyusuri Perairan
.png)
"Alappuzha" atau Alleppey merupakan salah satu destinasi paling terkenal di Kerala karena kawasan backwaters-nya. Wisatawan dapat menyusuri jaringan danau, kanal, dan sungai menggunakan rumah perahu tradisional atau houseboat, sambil menikmati kehidupan masyarakat di sepanjang perairan.
Pengalaman serupa dapat ditemukan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Wisatawan menjelajahi sungai menggunakan perahu tradisional klotok untuk menikmati hutan tropis dan mengamati orangutan serta satwa liar lainnya.
Keduanya menawarkan pengalaman perjalanan berbasis perairan dan alam, meskipun ekosistem Alappuzha berupa jaringan backwaters, sedangkan Tanjung Puting didominasi sungai dan hutan rawa gambut.
2. Munnar dan Perkebunan Teh Gunung Mas: Hamparan Hijau di Dataran Tinggi
.png)
Munnar merupakan kawasan perbukitan di Distrik Idukki, Kerala, yang terkenal dengan perkebunan teh luas, lembah berkabut, dan udara sejuk. Berada sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut, kawasan ini menjadi salah satu tujuan wisata pegunungan populer di India selatan.
Di Indonesia, suasana serupa dapat ditemukan di Perkebunan Teh Gunung Mas, Puncak, Bogor, serta perkebunan teh Rancabali di Ciwidey, Jawa Barat.
Hamparan tanaman teh, jalanan yang membelah perbukitan, dan panorama hijau menjadi daya tarik utama kedua kawasan. Wisatawan juga dapat menikmati aktivitas seperti berjalan menyusuri kebun teh, mengunjungi fasilitas pengolahan teh, dan menikmati udara pegunungan.
3. Varkala dan Bali: Pantai Tropis dengan Daya Tarik Budaya
.png)
Kerala memiliki Varkala, destinasi pantai yang dikenal dengan tebing alami di sepanjang pesisir Laut Arab. Kawasan ini menawarkan panorama laut, penginapan, restoran, serta aktivitas kebugaran dan relaksasi.
Karakter wisata pantai yang menggabungkan keindahan alam, fasilitas wisata, dan budaya lokal juga dapat ditemukan di Bali. Kawasan Uluwatu, misalnya, menawarkan pemandangan tebing yang menghadap Samudra Hindia, pantai, serta pertunjukan budaya seperti Tari Kecak.
Keduanya memperlihatkan bagaimana pantai tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang bagi aktivitas budaya, kuliner, dan industri pariwisata.
4. Periyar dan Gunung Leuser: Kekayaan Hutan Tropis dan Satwa Liar
.png)
Kerala memiliki Periyar Tiger Reserve, kawasan konservasi yang dikenal dengan hutan tropis, danau, serta keanekaragaman satwa liar. Wisatawan dapat mengikuti kegiatan pengamatan alam, trekking, dan perjalanan perahu di kawasan konservasi.
Sementara itu, Indonesia memiliki Taman Nasional Gunung Leuser di Sumatera yang menjadi bagian dari Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera, situs Warisan Dunia UNESCO.
Kawasan Gunung Leuser merupakan habitat berbagai satwa langka, termasuk orangutan Sumatera, harimau Sumatera, gajah Sumatera, dan badak Sumatera.
Kedua destinasi memperlihatkan kekayaan ekosistem tropis yang dapat dikembangkan melalui wisata alam dengan tetap mengutamakan perlindungan habitat dan konservasi satwa.
5. Thekkady dan Kawasan Perkebunan Rempah Indonesia
.png)
Thekkady di Kerala dikenal dengan perkebunan rempah, terutama kapulaga, lada, dan berbagai tanaman aromatik. Wisatawan dapat mengunjungi perkebunan untuk mengenal proses budidaya dan sejarah perdagangan rempah di kawasan tersebut.
Indonesia memiliki pengalaman wisata serupa di sejumlah daerah penghasil rempah, termasuk Kepulauan Banda di Maluku. Wilayah ini dikenal dalam sejarah perdagangan dunia karena komoditas pala dan fuli yang pernah menjadi incaran pedagang internasional.
Keduanya memperlihatkan hubungan erat antara perkebunan, sejarah perdagangan, budaya masyarakat, dan pariwisata.
Kerala dan Indonesia, Dua Destinasi dengan Pesona Tropis
Kemiripan antara Kerala dan Indonesia menunjukkan bahwa pengalaman wisata tropis tidak hanya bergantung pada pantai. Pegunungan, perkebunan, hutan hujan, perairan, hingga tradisi masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun daya tarik suatu destinasi.
Namun, masing-masing wilayah tetap memiliki identitas yang berbeda. Kerala dikenal dengan jaringan backwaters, budaya Malayalam, serta tradisi Ayurveda, sedangkan Indonesia menawarkan keragaman kepulauan, budaya lokal, dan ekosistem yang tersebar di berbagai pulau.
Bagi wisatawan internasional, perbandingan ini dapat menjadi referensi untuk menjelajahi destinasi Indonesia yang memiliki pengalaman alam serupa dengan Kerala, tetapi menawarkan karakter budaya dan lanskap yang berbeda.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Kerala Tourism, Incredible India, Kerala Forest Department, Government of Kerala, Idukki District Ad



