Laut Thailand Mendadak Hijau, Plankton Ganggu Wisatawan
JAKARTA – Perairan di sekitar Ko Lan, destinasi wisata populer dekat Pattaya, Thailand, mendadak berubah menjadi hijau terang dan mengeluarkan bau menyengat pada awal Oktober 2026. Fenomena tersebut dipicu ledakan populasi plankton setelah hujan deras dan banjir melanda sejumlah wilayah Thailand.
Warna hijau terlihat di sejumlah bagian pesisir pulau yang berada di Teluk Thailand. Kapal jet ski tampak mengapung di atas air yang berubah warna, sementara sebagian wisatawan memilih tidak berenang dan berpindah ke kawasan pantai yang masih memiliki air jernih.
Peneliti dari Institute of Marine Science, Burapha University, yang turun langsung mengambil sampel air, mengidentifikasi plankton yang terlihat sebagai Noctiluca.
Peneliti senior Arvut Munhapon mengatakan perubahan warna yang terlihat dengan mata telanjang berasal dari jenis plankton tersebut. Tim peneliti masih menguji sampel air dan kondisi lingkungan untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai fenomena tersebut.
Ledakan plankton atau plankton bloom sebenarnya merupakan fenomena alami yang dapat terjadi secara berkala. Namun, para peneliti mengatakan peningkatan suhu laut serta masuknya nutrisi dari limpasan pupuk dan air limbah dapat mendorong pertumbuhan plankton secara cepat.
Hujan deras dan banjir yang terjadi di Thailand dalam beberapa pekan terakhir juga meningkatkan aliran air tawar menuju Teluk Thailand. Kondisi tersebut diduga ikut menyediakan lingkungan yang mendukung terjadinya ledakan plankton.
Fenomena ini biasanya berlangsung sekitar dua hingga tiga hari. Namun, persoalan tidak selalu berakhir ketika air kembali normal.
Menurut Anukul Buranapratheprat dari Institute of Marine Science, ketika plankton mati dalam jumlah besar, proses penguraiannya dapat menghabiskan oksigen terlarut di dalam air. Kondisi tersebut dapat menyebabkan hipoksia, atau kawasan dengan kadar oksigen sangat rendah yang mengancam kehidupan organisme laut.
Para peneliti juga mencatat kondisi monsun dan fenomena El Niño mungkin ikut memperburuk situasi tahun ini. Air yang lebih hangat mampu menampung lebih sedikit oksigen, tetapi hubungan langsung antara faktor-faktor tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Dampaknya mulai terasa bagi sektor pariwisata. Sejumlah pedagang di sekitar pantai melaporkan jumlah pelanggan menurun setelah air berubah hijau. Sebagian pengunjung memilih berpindah ke area lain, sementara wisatawan lainnya menghindari air sama sekali.
Fenomena di Ko Lan menjadi pengingat bahwa perubahan kondisi laut dapat berdampak langsung pada destinasi wisata, sekaligus menunjukkan pentingnya pemantauan kualitas air ketika terjadi plankton bloom.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Reuters, Institute of Marine Science Burapha University, Bangkok Post, The Straits Times.