Asap Indonesia Menyebar, ASEAN Hadapi Krisis Udara
JAKARTA – Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia kembali menyeberangi batas negara dan memicu persoalan kualitas udara di sejumlah wilayah Asia Tenggara pada September 2026. Asap terpantau mencapai Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam hingga Filipina ketika kawasan menghadapi kondisi panas dan kering akibat penguatan El Niño.
Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) memperingatkan risiko kabut asap lintas batas masih tinggi. Kondisi kering diperkirakan berlanjut di bagian selatan dan tengah Kalimantan serta Sumatra bagian selatan, sementara angin dari tenggara atau selatan dapat membawa asap menuju negara-negara tetangga.
Data layanan pemantauan iklim Copernicus yang dikutip Reuters menunjukkan kebakaran Indonesia menghasilkan sekitar 19,7 juta ton emisi CO? hanya dalam periode 1–7 September. Angka tersebut menyumbang lebih dari sepertiga emisi kebakaran global pada periode tersebut dan sekitar 273 persen di atas rata-rata musiman.
Dampaknya mulai terasa di negara tetangga. Malaysia sebelumnya sempat menetapkan keadaan darurat di Serian, Sarawak, akibat kualitas udara yang memburuk. Status tersebut kemudian dicabut setelah kondisi membaik, meski risiko kesehatan akibat kabut asap masih menjadi perhatian.
Singapura juga terus memantau pergerakan asap dari Sumatra dan Kalimantan. Pada 10 September, konsentrasi PM2.5 satu jam tercatat 38–70 µg/m³, sedangkan PSI 24 jam berada pada rentang 73–104, dari kategori sedang hingga tidak sehat. Pemerintah Singapura memperingatkan risiko kabut asap tetap ada selama kebakaran dan kondisi kering berlanjut.
Filipina turut terdampak. Badan Lingkungan Filipina mencatat konsentrasi PM2.5 di Koronadal mencapai 48 µg/m³ pada 1 September dan 46 µg/m³ sehari berikutnya. Kedua angka tersebut melewati batas rata-rata 24 jam dan dikategorikan sangat tidak sehat. Otoritas setempat mengaitkannya dengan kabut asap lintas batas dari kebakaran di Kalimantan.
Di Indonesia sendiri, lebih dari 1,4 juta siswa telah mengikuti pembelajaran jarak jauh akibat kondisi udara berbahaya di sejumlah wilayah. Kebakaran juga mendorong Jepang mengirim tiga helikopter CH-47 Chinook untuk membantu operasi pemadaman mulai 12 September.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim kini mendesak ASEAN meninjau dan memperkuat mekanisme penanganan kabut asap lintas batas. Menurutnya, masalah tersebut tidak boleh berhenti pada kerja sama administratif karena dampaknya langsung menyentuh kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.
Bagi ASEAN, krisis ini menjadi ujian baru terhadap kemampuan kawasan menangani bencana lingkungan yang tidak mengenal batas negara.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Reuters, AP, CNA, Antara, Singapore Meteorological Service, Singapore Meteorological Service