Cincin Api Indonesia Menggelegar, 11 Gunung Api Erupsi pada 2026
JAKARTA – Aktivitas vulkanik kembali mengguncang Indonesia. Sedikitnya 11 gunung api tercatat mengalami erupsi sepanjang 2026, dengan Gunung Anak Krakatau menjadi sorotan dunia setelah erupsi menerus selama sekitar 25 jam mengganggu penerbangan dan aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah.
Data Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hingga 7 September menunjukkan aktivitas erupsi terjadi di Semeru, Ibu, Lewotobi Laki-laki, Dukono, Anak Krakatau, Ili Lewotolok, Marapi, Dempo, Karangetang, Sinabung dan Merapi.
Gunung Semeru menjadi salah satu yang paling aktif dengan 1.811 kejadian erupsi hingga 7 September. Di posisi berikutnya terdapat Gunung Ibu di Halmahera Barat dengan sekitar 1.501 erupsi, disusul Lewotobi Laki-laki sebanyak 859 erupsi dan Dukono sekitar 230 erupsi.
Namun, perhatian internasional dalam beberapa hari terakhir tertuju pada Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Anak Krakatau mengalami episode erupsi menerus mulai 4 September pukul 23.07 WIB hingga 6 September pukul 00.04 WIB. Badan Geologi menyebut erupsi berlangsung sekitar 25 jam, sebelum aktivitas kembali didominasi letusan Strombolian yang lebih ringan tetapi tetap berpotensi menghasilkan abu dan lontaran material vulkanik.
Dampaknya terasa jauh di luar kawasan gunung api. Abu vulkanik sempat memaksa delapan bandara ditutup, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Reuters melaporkan gangguan tersebut berdampak terhadap sekitar 341.000 penumpang dan menyebabkan hampir 3.000 penerbangan dibatalkan atau mengalami penundaan.
Pada 8 September, BMKG menyatakan delapan bandara telah kembali beroperasi setelah pengujian menunjukkan kondisi ruang udara dan landasan negatif dari paparan abu vulkanik. Meski demikian, pemantauan pergerakan abu tetap dilakukan secara real time.
Aktivitas Anak Krakatau juga memunculkan konsekuensi kemanusiaan. Delapan orang, termasuk lima jurnalis, dua awak kapal dan seorang pemandu, masih dalam pencarian setelah speedboat yang membawa mereka menuju kawasan Anak Krakatau hilang kontak di perairan Selat Sunda. Operasi SAR terus diperluas dengan mengerahkan kapal dan peralatan udara.
Badan Geologi mempertahankan status Anak Krakatau pada Level III atau Siaga. Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati kawasan dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas serta diminta mewaspadai lontaran batu pijar, hujan abu lebat dan kemungkinan aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi.
Indonesia sendiri berada di kawasan Pacific Ring of Fire, tempat pertemuan sejumlah lempeng tektonik aktif. Reuters menyebut Indonesia memiliki lebih dari 100 gunung api aktif, menjadikannya salah satu negara dengan aktivitas vulkanik paling tinggi di dunia.
Rangkaian erupsi tersebut menunjukkan bahwa ancaman vulkanik Indonesia bukan hanya persoalan lokal. Ketika abu mencapai jalur penerbangan internasional dan mengganggu ratusan ribu penumpang, aktivitas gunung api berubah menjadi persoalan lintas sektor yang menyentuh transportasi, ekonomi, kesehatan dan keselamatan publik.
Editor :Tim Sigapnews
Source : ANTARA, Reuters, AP, ESDM, BMKG