Korban Gempa Venezuela Lampaui 3.500, Krisis Kemanusiaan Kian Parah
CARACAS – Krisis kemanusiaan di Venezuela semakin memburuk setelah jumlah korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo yang mengguncang negara itu pada 24 Juni lalu terus bertambah. Hingga Senin (7/7), otoritas mencatat sedikitnya 3.535 orang meninggal dunia, 16.740 orang mengalami luka-luka, dan hampir 18.000 warga kehilangan tempat tinggal.
Menurut laporan Reuters, tim penyelamat masih menyisir reruntuhan bangunan di wilayah La Guaira dan sejumlah kawasan di sekitar Caracas untuk mencari korban yang diduga masih tertimbun. Di saat yang sama, pemerintah membuka puluhan tempat penampungan darurat bagi ribuan warga yang rumahnya hancur akibat gempa.
Sementara itu, Associated Press (AP) melaporkan bahwa rumah sakit di wilayah terdampak mulai kewalahan menangani lonjakan pasien. Kerusakan fasilitas kesehatan, terbatasnya pasokan obat-obatan, serta minimnya tenaga medis membuat layanan kesehatan berada di bawah tekanan berat. Organisasi kemanusiaan juga memperingatkan meningkatnya risiko penyebaran penyakit di lokasi-lokasi pengungsian yang padat dan memiliki sanitasi terbatas.
.jpg)
Upaya pencarian korban turut dibantu relawan dari berbagai komunitas. Reuters melaporkan bahwa warga sipil ikut mengevakuasi jenazah, membantu proses pemakaman, hingga mendistribusikan makanan dan air bersih kepada para penyintas. Banyak keluarga masih menunggu kabar anggota keluarganya yang belum ditemukan sejak gempa mengguncang kawasan pesisir Venezuela hampir dua pekan lalu.
Pemerintah Venezuela menyatakan operasi penyelamatan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penanganan bencana menuai kritik dari sebagian masyarakat yang menilai distribusi bantuan berlangsung lambat. Menanggapi hal tersebut, Presiden sementara Delcy Rodríguez menegaskan aparat keamanan dan tim tanggap darurat telah dikerahkan sejak hari pertama bencana untuk mempercepat evakuasi dan penyaluran bantuan.
Di tingkat internasional, bantuan terus berdatangan. Amerika Serikat mengumumkan tambahan bantuan kemanusiaan senilai lebih dari US$310 juta, sementara berbagai negara dan organisasi internasional mengirim tim pencarian, tenaga medis, serta logistik ke wilayah terdampak. Meski demikian, badan-badan kemanusiaan menilai kebutuhan para penyintas masih jauh melampaui bantuan yang tersedia.
Al Jazeera melaporkan lebih dari 12.800 orang kini menempati sekitar 80 lokasi pengungsian di Caracas dan La Guaira. Para ahli memperingatkan bahwa tantangan berikutnya bukan hanya menemukan korban yang masih hilang, tetapi juga mencegah krisis kesehatan masyarakat akibat padatnya pengungsian, keterbatasan air bersih, dan kerusakan infrastruktur dasar.
Gempa kembar yang mengguncang Venezuela tersebut menjadi salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah modern negara itu. Para pengamat memperkirakan proses rekonstruksi akan berlangsung bertahun-tahun, mengingat luasnya kerusakan permukiman, fasilitas kesehatan, sekolah, serta infrastruktur publik yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Reuters, Associated Press (AP), Al Jazeera