Meta AI Mulai Bisa Belanja untuk Manusia
MENLO PARK – Belanja online mulai memasuki fase baru setelah Meta memperluas kemampuan agen AI miliknya, Muse, untuk membantu pengguna mencari produk hingga menyelesaikan pembelian. AI kini tidak hanya memberi rekomendasi, tetapi dapat mengambil tindakan atas nama manusia.
Meta memperkenalkan Muse pada 8 September 2026 sebagai personal AI agent yang dirancang untuk mengerjakan berbagai tugas pengguna. Muse dapat membuka browser, mengisi formulir, melakukan pemesanan, hingga membantu transaksi dengan persetujuan pengguna.
Perkembangan terbaru datang melalui kerja sama Meta dengan Shopify. Melalui integrasi Shop Pay, Muse dapat membantu pengguna berbelanja di toko yang menggunakan platform Shopify dan menyelesaikan pembayaran tanpa harus menjalankan seluruh proses secara manual.
Meta sebelumnya juga menyebut Muse dapat melakukan checkout menggunakan Link dari Stripe. Sistem tersebut menggunakan kartu virtual sekali pakai sehingga detail kartu pembayaran utama pengguna tidak perlu diberikan langsung kepada agen AI. Untuk tindakan sensitif seperti pembelian, Muse dirancang meminta persetujuan pengguna terlebih dahulu.
AI Bukan Lagi Sekadar Mesin Pencari
Perubahan ini memperkenalkan konsep agentic commerce, ketika AI tidak berhenti pada pencarian atau perbandingan produk, tetapi dapat menjalankan rangkaian tindakan hingga transaksi selesai.
Pengguna cukup memberikan instruksi, misalnya mencari produk dengan spesifikasi tertentu. Muse kemudian dapat menelusuri toko, membantu memilih barang, mengisi informasi yang diperlukan, dan meminta persetujuan sebelum pembelian dilakukan.
Namun, perkembangan ini juga memunculkan persoalan baru mengenai akses AI terhadap platform e-commerce.
Amazon dilaporkan memblokir Muse dari aktivitas belanja di situsnya. Amazon menyatakan akses tersebut dilakukan oleh agen AI yang tidak diizinkan, sementara perkembangan antara Meta dan Shopify menunjukkan bahwa perusahaan e-commerce mengambil pendekatan berbeda terhadap teknologi belanja berbasis AI.
Perebutan Kendali atas Belanja Digital
Persaingan tersebut menunjukkan bahwa masa depan perdagangan online tidak hanya menyangkut siapa yang menjual produk kepada konsumen, tetapi juga siapa yang mengendalikan agen yang memilih produk dan melakukan transaksi.
Muse sendiri telah berkembang cepat sejak diluncurkan. Reuters melaporkan pada 22 September bahwa aplikasi tersebut telah memperoleh lebih dari 2,5 juta unduhan dan mampu menangani berbagai tugas, termasuk belanja, pemesanan perjalanan, dan komunikasi.
Bagi konsumen, perubahan ini dapat memangkas waktu yang selama ini dihabiskan untuk mencari dan membeli barang. Bagi perusahaan teknologi dan retailer, muncul pertanyaan baru: ketika manusia menyerahkan proses belanja kepada AI, siapa yang akhirnya memiliki hubungan paling dekat dengan konsumen—toko, platform pembayaran, atau agen AI?
Perlombaan menuju agentic commerce baru dimulai. Dan kali ini, pembelinya mungkin bukan lagi manusia yang duduk di depan layar, melainkan AI yang bekerja atas perintah mereka.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Meta, Reuters, Shopify, Axios, Amazon, Stripe