Mahasiswa Asing Pertama dari Indonesia Raih Juara Kompetisi Musik di Taiwan, Hadiah NT$20,000
Radika Sofiani saat menerima hadiah
SIGAPNEWS.CO.ID | Taiwan – Salah satu mahasiswa asal Indonesia, Radika Sofiani, mengukir sejarah baru di dunia musik Taiwan dan menjadi mahasiswa asing pertama yang sukses meraih Juara II dalam lomba musik bertajuk “HITO Campus Singing and Music Creation Competition 2025”.
Selain prestasi sebagai Juara, Radika juga membawa pulang hadiah sebesar NT$20,000 dan semakin menunjukan eksistensinya bahwa dirinya merupakan penyanyi berbakat bakat dan berdedikasi di panggung Musik Pop Mandarin.
Kompetisi bergengsi ini diikuti 23 peserta dari sejumlah universitas di Taiwan, menampilkan talenta muda terbaik dalam musik Mandopop. Radika memulai perjalanan kompetisinya di babak penyisihan regional “Youth Echoes: Dream Time” di Chiayi pada 21 September 2025. Pada babak ini, Radika meraih Juara I Regional dengan hadiah NT$5,000.
Keberhasilan ini membawanya ke babak final nasional di Jiantan Youth Activity Center, Taipei pada 19 Oktober 2025.
Di hadapan juri dan penonton, Radika menampilkan dua lagu Mandarin yang memukau dan keluar sebagai Juara II Nasional Taiwan.
Yang membuat prestasi ini semakin istimewa adalah Radika merupakan satu-satunya peserta internasional dalam kompetisi tersebut. Saat tampil dalam ajang ini, dengan mengenakan busana tradisional Melayu, Radika berhasil memukau penonton sekaligus menunjukkan kemampuan vokal dan interpretasi musik yang matang, meski menghadapi tantangan bahasa dan budaya.
Para juri dari Department of Pop Music, Taipei City University of Performing Arts (TPCU) memuji energi panggung, pelafalan dan ekspresi yang dibawakan Radika.
Radika memiliki rekam jejak prestasi di kancah internasional. Ia pernah meraih Juara III Rising Star Indonesia 2021 dan Juara III Kompetisi Syair Internasional di Malaysia 2019. Kini Radika tengah menempuh studi magister di National Yunlin University of Science and Technology (YunTech), Taiwan, jurusan Technological and Vocational Education, sambil terus mengembangkan karier musiknya.
“Tujuan saya mengikuti kompetisi ini adalah untuk belajar dan memahami budaya musik Mandarin. Tidak menyangka bisa sampai final dan meraih posisi kedua. Pengalaman ini sangat berharga dan memotivasi saya untuk terus berkembang,” ungkap Radika saat diwawancarai awak media ini, Jumat (24/10/2025) melalui sambungan telepon.
Keberhasilan Radika menjadi bukti, bahwa bakat, kerja keras dan semangat belajar mampu menembus batas negara dan budaya, sekaligus menjadi inspirasi bagi musisi muda di mana pun berada. **
Editor :Tim Sigapnews