Bupati Zukri Pimpin Penanganan, Karhutla Pelalawan Mulai Terkendali
Bertempat di Comand Center Kantor Bupati Pelalawan, Senin (30/3/2026), Bupati Zukri didampingi Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK, Sekda T. Zulfan,Kepala BPBD Zulfan M.Si, Kadis Damkar Indrawan Putra, memberikan apresiasi kepada tim gabu
PELALAWAN - Bupati Pelalawan H. Zukri memimpin langsung upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Senin (30/3/2026), dari Command Center Kantor Bupati, sekaligus meninjau titik api melalui patroli udara pada Sabtu (4/4/2026).
Langkah tegas Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan mulai menunjukkan hasil. Dari total sekitar 600 hektare lahan terdampak, sebagian besar kini berhasil dikendalikan, menyisakan beberapa titik yang masih dalam proses pendinginan.
Di Command Center lantai dasar Kantor Bupati Pelalawan, Bupati Zukri didampingi Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, Sekda T. Zulfan, Kepala BPBD Zulfan, serta Kepala Dinas Damkar Indrawan Putra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim gabungan yang bekerja di garis depan.
Ia menegaskan, keberhasilan pengendalian Karhutla tidak lepas dari sinergi lintas instansi, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pemadam kebakaran, perusahaan, hingga masyarakat.

“Kerja sama dan kekompakan adalah faktor yang sangat penting dalam menghadapi Karhutla, terutama di kondisi medan yang cukup sulit seperti lahan gambut,” ujar Zukri.
Menurutnya, karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar hingga ke bawah permukaan (ground fire) menjadi tantangan utama di lapangan. Karena itu, selain kekuatan personel darat, dukungan teknologi dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci percepatan penanganan.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah pengajuan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ke BNPB untuk membantu proses pemadaman dari udara.
Secara rinci, sejumlah wilayah masih menjadi fokus penanganan. Di Kecamatan Kuala Kampar, tepatnya Kelurahan Teluk Dalam dan Desa Teluk Beringin, tim masih berjibaku memadamkan api. Sementara di Desa Sungai Upih, api telah berhasil dipadamkan.
Di Kecamatan Teluk Meranti, upaya intensif terus dilakukan. Desa Pulau Muda kini memasuki tahap pendinginan untuk mencegah munculnya titik api baru. Sedangkan Desa Gambut Mutiara masih dalam proses penanganan, dan di Desa Pangkalan Terap, pemadaman diperkuat dengan water bombing dari udara.
Untuk memastikan kondisi di lapangan, Bupati Zukri bahkan turun langsung melakukan patroli udara menggunakan helikopter milik Polri. Fokus utama peninjauan berada di Desa Gambut Mutiara yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Dalam patroli tersebut, ia didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Haryanto, Dansat Brimob Kombes Pol Ketut, Asops Kodam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Inf Rendra D.A, serta Kapolres Pelalawan.
Dari udara, Zukri menyaksikan langsung kerja keras tim Satgas darat yang telah berjibaku selama lebih dari satu pekan. Selain pemadaman, tim juga melakukan kanalisasi atau pembuatan sekat kanal untuk menjaga kelembaban lahan gambut agar api tidak kembali muncul.
“Kami hadir di sini memastikan proses pemadaman berjalan dengan baik, serta setiap kendala di lapangan dapat segera diambil langkah dan solusinya. Penanganan Karhutla ini tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga harus menjadi langkah jangka panjang,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa ancaman Karhutla belum sepenuhnya berakhir. Fenomena El Nino diperkirakan mencapai puncak pada Juli mendatang, yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Karena itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan jika menemukan titik api.
“Kita semua punya tanggung jawab menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan dengan membakar, termasuk hal kecil seperti membuang puntung rokok sembarangan,” ujarnya mengingatkan.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan melibatkan perusahaan dalam upaya pencegahan jangka panjang, termasuk pembangunan kanal dan penyediaan alat berat di wilayah rawan.
Dengan kondisi yang mulai terkendali, Pemkab Pelalawan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penanganan hingga tuntas. Fokus tidak hanya pada pemadaman, tetapi juga pencegahan berkelanjutan agar bencana Karhutla tidak kembali meluas dan aktivitas masyarakat tetap berjalan aman. Advertorial
Editor :Tim Sigapnews