Siagakan Teknologi
Hadapi Musim Kemarau 2026, APP Group Turunkan 100 Personel dan Helikopter Siaga Karhutla Riau
Menko Polkam Djamari Chaniago menggelar Apel Siaga Nasional Penanganan Karhutla bersama APP Group melalui PT Arara Abadi di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin.
PEKANBARU – Pemerintah Republik Indonesia menggelar Apel Siaga Nasional Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Rabu (5/3/2026).
Kegiatan yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago itu menjadi langkah awal memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla menjelang musim kemarau 2026.
Apel siaga tersebut dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Kepala BNPB Suharyanto, unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta seperti APP Group melalui PT Arara Abadi.
Dalam arahannya, Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan bahwa kesiapan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan harus dilakukan secara terpadu.
“Apel kesiapsiagaan ini menjadi titik awal kesiapan kita untuk merawat kekayaan alam. Upaya ini bukan hanya mencegah kerusakan lingkungan, tetapi juga membangun kepercayaan dunia bahwa Indonesia mampu menjaga sumber daya alamnya,” ujar Djamari.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap potensi Karhutla yang berdampak luas bagi lingkungan, kesehatan, hingga perekonomian masyarakat.
“Presiden memberikan perhatian besar terhadap isu kebakaran hutan dan lahan. Karena itu kesiapsiagaan, mitigasi, dan pencegahan harus terus diperkuat,” tegasnya.
Langkah antisipasi ini juga didorong meningkatnya kewaspadaan di sejumlah wilayah Riau. Hingga awal Maret 2026, sedikitnya lima kabupaten telah menetapkan status siaga darurat Karhutla, yakni Pelalawan, Indragiri Hilir, Bengkalis, Siak, dan Kampar.
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah, PT Arara Abadi yang merupakan unit usaha APP Group turut menurunkan kekuatan personel dan peralatan dalam apel siaga tersebut.
Perusahaan mengerahkan 100 personel inti yang terdiri dari Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Regu Pemadam Kebakaran (RPK), serta 22 personel pendukung dari unsur operasional seperti Fire Operation Management (FOM), tim teknologi informasi, dan logistik.
Selain personel, sejumlah peralatan pemadam juga disiagakan, di antaranya 16 unit mesin pompa air, 5 unit Sambunesia untuk pemadaman di lahan gambut, 92 roll selang pemadam, 27 unit breeching, serta 30 unit nozzle.
Tidak hanya itu, perusahaan juga menampilkan satu unit airboat amfibi yang mampu menjangkau wilayah rawa dan gambut, serta satu unit helikopter water bombing jenis Kamov Ka-32 A11BC berkapasitas 4.000 liter air untuk pemadaman dari udara.
Fire Operation Management Head PT Arara Abadi, Richard, mengatakan kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari sistem pengendalian kebakaran terpadu yang terus diperkuat perusahaan.
“Apel siaga ini adalah simbol kesiapan bersama. Namun yang paling penting adalah kerja nyata di lapangan melalui penguatan sistem pencegahan, pemantauan, dan respon cepat,” ujar Richard.
Ia menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan pendekatan Integrated Fire Management, yang meliputi pencegahan, deteksi dini, kesiapsiagaan, serta respon cepat terhadap potensi kebakaran.
Di wilayah Riau, sistem ini diperkuat dengan dukungan ribuan personel regu pemadam, menara pemantau api, kendaraan patroli darat dan air, serta teknologi pemantauan seperti drone dan kamera termal.
Seluruh data pemantauan tersebut terhubung dengan Situation Room, pusat komando yang memantau perkembangan titik panas secara real time.
Dari ruang kendali ini, tim operasional dapat menganalisis potensi risiko dan mengoordinasikan langkah penanganan secara cepat apabila terdeteksi indikasi kebakaran.
Melalui sinergi pemerintah, aparat, dan sektor swasta, upaya pencegahan Karhutla diharapkan semakin efektif sehingga Provinsi Riau dapat terhindar dari ancaman kabut asap pada musim kemarau tahun ini.
Editor :Tim Sigapnews