Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Penanganan Karhutla, 14 Hektare Lahan di Kampar Terbakar
Kodam XIX/Tuanku Tambusai memperkuat penanganan Karhutla yang melanda sekitar 14 hektare lahan di Jalan Keluarga, RT 01/RW 02, Dusun II, Desa Rimbo Panjang.
KAMPAR – Kodam XIX/Tuanku Tambusai memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sekitar 14 hektare lahan di Jalan Keluarga, RT 01/RW 02, Dusun II, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Kamis (27/8/2026).
Penanganan Karhutla tersebut memasuki hari ke-13. Personel Koramil 07-0313/KPR bersama Polri, Manggala Agni, dan BPBD terus bergerak melakukan pemadaman serta pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Meski titik api telah padam, kepulan asap tebal masih terlihat di sejumlah bagian lahan. Kondisi ini membuat petugas tetap berada di lokasi untuk menyisir kawasan terbakar dan melakukan pendinginan secara berulang.
Karakter lahan gambut yang bercampur semak belukar menjadi salah satu tantangan utama. Bara dapat bertahan di dalam lapisan tanah dan kembali muncul ketika kondisi mendukung. Cuaca panas dan angin kencang juga meningkatkan risiko penjalaran api.
Selain faktor cuaca dan karakteristik lahan, keterbatasan sumber air turut menjadi kendala dalam proses penanganan. Tim gabungan kemudian mengoptimalkan sejumlah peralatan, mulai dari tangki air, mesin pemadam, mini striker, selang, selang isap, nozzle, hingga kendaraan operasional roda dua dan roda empat.
Petugas memprioritaskan area yang masih mengeluarkan asap untuk memastikan bara benar-benar padam. Pendinginan juga dilakukan di kawasan yang sebelumnya terbakar sebagai langkah antisipasi munculnya titik api baru.
Koordinasi antara unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD dan pihak terkait terus dilakukan untuk mempercepat penanganan serta mencegah api menjalar ke kawasan lain.
Sementara itu, Polsek Tambang masih menyelidiki penyebab kebakaran dan status kepemilikan lahan. Aparat belum menyimpulkan penyebab Karhutla hingga proses penyelidikan memperoleh hasil.
Penanganan akan terus dilakukan sampai kondisi lahan dinyatakan aman. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kampar, khususnya pada kawasan yang memiliki karakter lahan gambut dan rentan terbakar.
Editor :Tim Sigapnews